Abstrak: Program Cahaya Tahfizh merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Nagari Dilam, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, dengan mitra sasaran anak-anak usia sekolah dasar kelas 3–6 sebanyak 17 orang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an peserta selama bulan Ramadhan melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang menitikberatkan pada pemanfaatan aset lokal masyarakat, seperti sumber daya manusia, fasilitas masjid dan mushala, serta dukungan sosial masyarakat setempat. Sistem evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan hafalan Al-Qur’an peserta sebelum dan sesudah mengikuti program selama 14 hari. Indikator keberhasilan kegiatan meliputi peningkatan jumlah hafalan surah, peningkatan nilai median hafalan peserta, serta perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan hafalan yang signifikan, dengan nilai median meningkat dari 3 menjadi 7 dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan ABCD efektif dalam meningkatkan kemampuan tahfizh peserta serta mendorong partisipasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.Abstract: The Cahaya Tahfizh program is a community service activity conducted in Nagari Dilam, Solok Regency, West Sumatra Province, targeting 17 elementary school students from grades 3 to 6 as community partners. The program aims to improve participants’ Qur’anic reading and memorization skills during the month of Ramadan through the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which emphasizes the utilization of local community assets, including human resources, mosque and prayer room facilities, and social support. The evaluation system employed a pre-test and post-test design to measure improvements in participants’ memorization after a 14-day program. Indicators of success included an increase in the number of memorized surahs, an improvement in the median memorization score, and a statistically significant difference between pre-test and post-test results. The findings show a significant improvement in participants’ memorization, with the median score increasing from 3 to 7 and Wilcoxon test results indicating a p-value < 0.05. These results demonstrate that the ABCD approach is effective in enhancing Qur’anic memorization skills while fostering community participation and empowerment based on local potential.
Copyrights © 2026