Sebagian besar kebutuhan air masyarakat Desa Indraloka Jaya bergantung pada embung desa, namun kualitas airnya belum layak untuk dikonsumsi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan teknologi sederhana berupa filtrasi melalui program KKN sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-kolaboratif yang melibatkan warga dan perangkat desa dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penggunaan alat filtrasi menunjukkan perubahan signifikan, di mana air yang semula keruh menjadi jernih dan tidak berbau. Nilai pH turun dari 8,93 menjadi 7,76, sedangkan TDS menurun dari 304 mg/L menjadi 48 mg/L. Hasil ini sesuai dengan standar kualitas air minum yang ditetapkan Permenkes No. 2 Tahun 2023 dan WHO, sehingga air hasil filtrasi layak dikonsumsi. Keberadaan teknologi filtrasi sederhana mendapat tanggapan positif dari pemerintah desa dan masyarakat sekitar, yang tidak hanya merasakan manfaat langsung berupa peningkatan kualitas air, tetapi juga memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya pemeliharaan serta penggunaan alat secara berkelanjutan. Program ini membuktikan bahwa intervensi teknologi tepat guna sederhana dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan, kenyamanan, dan pelayanan publik di pedesaan.
Copyrights © 2026