UMKM jasa seperti barbershop menghadapi tantangan operasional berupa antrean yang tidak tertata, waktu tunggu pelanggan yang tinggi, variasi durasi layanan antar operator, serta minimnya pencatatan data harian sehingga evaluasi kinerja sulit dilakukan. Artikel ini bertujuan mengoptimalkan efisiensi dan konsistensi layanan pada UMKM Superhero Barbershop di Kota Padang melalui penerapan Lean Service, digitalisasi antrean sederhana, dan standarisasi SOP. Perbaikan dilakukan dengan pemetaan proses menggunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk mengidentifikasi pemborosan, dilanjutkan implementasi antrean digital berbasis Google Form–Google Sheet dan QR Code, penyusunan SOP layanan (dokumen dan poster visual), serta integrasi sistem pencatatan layanan berbasis spreadsheet. Hasil menunjukkan sistem antrean digital diadopsi oleh lebih dari 80% pelanggan dan menurunkan rata-rata waktu tunggu sekitar 35% dibanding kondisi awal. Penerapan SOP menurunkan variasi durasi layanan antar operator lebih dari 30% dengan durasi layanan berada pada rentang 15–25 menit per pelanggan. Selain itu, sekitar 90% data layanan harian tercatat rutin dan pemilik mampu menyusun rekap mingguan secara mandiri. Temuan ini menyimpulkan bahwa kombinasi Lean Service dan digitalisasi sederhana efektif meningkatkan efisiensi layanan, konsistensi proses, dan pengambilan keputusan berbasis data pada UMKM jasa.
Copyrights © 2026