Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara penerimaan diri dan sikap optimisme dalam belajar pada siswa SMK Negeri 2 Medan Tahun Ajaran 2024/2025. Dalam konteks pendidikan vokasional abad ke-21, dimensi psikologis siswa menjadi aspek penting karena tuntutan akademik dan kesiapan kerja menuntut stabilitas internal serta orientasi masa depan yang positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi berjumlah 170 siswa kelas X, dengan sampel 43 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa skala Likert untuk mengukur penerimaan diri dan optimisme belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji linearitas, dan korelasi Product Moment Pearson menggunakan SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar r = 0,096 dengan nilai signifikansi p = 0,541 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dan optimisme dalam belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa optimisme belajar siswa SMK lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti pengalaman akademik, dukungan sosial, dan persepsi peluang kerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidimensional dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis bukti empiris.
Copyrights © 2026