Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam mengenai masalah perundungan fisik pada peserta didik kelas 8 di SMPN 10 Pontianak. Subjek kasus penelitian ini terdiri dari dua peserta didik kelas 8 yang menjadi pelaku tindakan perundungan fisik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kasus. Untuk alat pengumpulan data menggunakan wawancara observasi dan dokumentasi. Selain itu, untuk teknik analisis data menggunakan bentuk studi kasus seperti identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, treatment, serta evaluasi dan tindak lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan behavioral dengan teknik modeling simbolik dan reinforcement positive. Dari hasil penelitian menunjukan adanya perubahan tingkah laku pada diri subjek kasus berinisial I dan Z. Adapun perubahan subjek kasus 1 meliputi, sikap subjek kasus di kelas sudah terkondisi baik, subjek kasus sudah tidak melakukan tindakan memukul dan menolak, subjek kasus dapat mengendalikan emosi, serta subjek kasus dapat mengendalikan tingkah lakunya. Adapun perubahan subjek kasus 2 meliputi, subjek kasus dapat mengendalikan diri, subjek kasus tidak melakukan tindakan memukul, menolak dan mencubit teman, subjek kasus memperlihatkan bentuk tingkah laku positif saat beraktifitas dengan teman, serta subjek kasus dapat mengendalikan bentuk tindakan berupa tingkah laku yang ingin dilakukan.
Copyrights © 2026