Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Kecerdasan Sosial Keterkaitannya dengan Nilai Mata Kuliah Keterampilan Komunikasi Dasar Konseling Yanti, Elli; Yuline
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 11 No. 3 (2024): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v11i3.8345

Abstract

Kecerdasan sosial merupakan kemampuan individu dalam berinteraksi dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal. Individu yang memiliki kecerdasan sosial tinggi cenderung memiliki keterampilan komunikasi yang baik dan mudah berempati secara alami tanpa dibuat-buat terhadap kebutuhan orang lain. Aspek-aspek kecerdasan sosial relevan dengan karakeristik yang ada pada mata kuliah keterampilan komunikasi dasar konseling. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan kecerdasan sosial dengan nilai mata kuliah keterampilan komunikasi dasar konseling mahasiswa prodi Bimbingan Konseling FKIP UNTAN Tahun Ajaran 2022/2023. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif kuantitatif dengan pendekatan penelitian korelasi. Alat pengumpul datanya menggunakan kuesioner. Populasinya terdiri dari 42 mahasiswa prodi BK angkatan 2022/2023. Analisis datanya menggunakan rumus presentase dan rumus korelasi Eta. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat kecerdasan sosial mahasiswa berada pada kategori tinggi yaitu 93,78% dan nilai mata kuliah keterampilan komunikasi dasar konseling tergolong baik yaitu 75,4. Adapun hubungan antara kecerdasan sosial dengan nilai mata kuliah merujuk pada hasil pengukuran menggunakan korelasi Eta hipotesis alternatif (Ha) diterima sedangkan hipotesis nol (Ho) ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan yang kuat antara kecerdasan sosial dengan nilai mata kuliah keterampilan dasar konseling mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling FKIP UNTAN angkatan 2022/2023.
Pemberian layanan informasi sebagai upaya pencegahan perundungan verbal pada siswa kelas VIII SMPN 4 Pontianak Halida, Halida; Yuline, Yuline; Wicaksono, Luhur; Putri, Amallia; Yanti, Elli
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27082

Abstract

AbstrakPerundungan verbal merupakan bentuk perilaku kurang baik yang dilakukan menggunakan kata-kata menyakitkan,  memiliki efek buruk. Meskipun perundungan verbal tidak mematikan, namun merusak kepribadian, belajar, sosial dan karier  individu. Penting sekali bagi siswa untuk mengetahui dampak negatif karena mempengaruhi citra diri, emosi dan kondisi psikologis. Tujuan utama yang ingin dicapai dalam program ini adalah  memberikan pengetahuan, pemahaman, mengidentifikasi masalah perundungan verbal, faktor penyebab munculnya perundungan verbal, mengatasi dan menangani kasus sebagai korban perundungan. Program ini diberikan dengan dalam bentuk seminar, materi  perundungan verbal diberikan dalam  video, slide PPT, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab, sharing session dan diskusi. Hasil yang didapat yaitu peserta didik memahami perundungan merupakan masalah etis dan perkembangan yang dapat menghambat perkembangan psikologis individu secara optimal, serta merusak hak asasi manusia. Perundungan verbal dapat mengganggu kesehatan mental, emosional, kesulitan mengembangkan kepercayaan diri, memiliki pandangan negatif terhadap diri sendiri, kesulitan membentuk hubungan yang sehat dan mengisolasi dirinya dari lingkungan sosialnya. Korban perundungan dapat mengembangkan bakat, minat dan  prestasi yang gemilang, agar tidak dijadikan bahan ejekan. Untuk mencegah bertambahnya korban dan pelaku perundungan verbal di sekolah, perlu kerjasama para guru, staf administrasi, para siswa dan orang tua yang dimotori oleh guru bimbingan konseling di sekolah tersebut. Kata kunci: layanan informasi; perundungan verbal; peserta didik SMP Abstract Verbal bullying is a form of misbehavior that is carried out using hurtful words, having adverse effects. Although verbal bullying is not lethal, it damages an individual's personality, learning, social and career. It is important for students to know the negative impact as it affects self-image, emotions and psychological state. The main objectives to be achieved in this program are to provide knowledge, understanding, identifying verbal bullying problems, factors that cause verbal bullying, overcoming and handling cases as victims of bullying. This program is given in the form of a seminar, verbal bullying material is given in the form of videos, PPT slides, then followed by a question and answer session, sharing session and discussion. The results obtained are students understand that bullying is an ethical and developmental problem that can hinder the optimal psychological development of individuals, and damage human rights. Verbal bullying can impair mental health, emotional well-being, difficulty developing self-confidence, having a negative view of oneself, difficulty forming healthy relationships and isolating oneself from their social environment. Victims of bullying can develop their talents, interests and achievements, so as not to be ridiculed. To prevent more victims and perpetrators of verbal bullying in schools, it is necessary to have the cooperation of teachers, administrative staff, students and parents led by the counseling guidance teacher at the school. Keywords: information services; verbal bullying; junior high school students
Metode Penelitian Kuantitatif: Konsep, Jenis, Tahapan dan Kelebihan Waruwu, Marinu; Pu`at, Siti Natijatul; Utami, Patrisia Rahayu; Yanti, Elli; Rusydiana, Marwah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3057

Abstract

Metode penelitian kuantitatif memainkan peran penting dalam penelitian ilmiah, terutama dalam menghasilkan data yang objektif dan dapat diukur. Metode ini banyak digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang memerlukan analisis berbasis angka dan statistik. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar, jenis-jenis, tahapan, dan kelebihan metode penelitian kuantitatif. Penulisan artikel dilakukan melalui pendekatan studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai dokumen, jurnal ilmiah, buku dan literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan analisis literatur untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan utama tentang metode penelitian kuantitatif. Hasil kajian diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang metode penelitian kuantitatif dan menjadi salah satu referensi teoritis dalam memilih dan menerapkan metode penelitian kuantitatif.
Peran Konseling Teman Sebaya di Sekolah Pada Generasi Z: Menyongsong Tantangan Perkembangan Teknologi dan Kesehatan Mental Pu'at, Siti Natijatul; Rusydiana, Marwah; Yanti, Elli
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18853

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini banyak memberikan kemudahan bagi penggunanya termaksut para generasi z. Banyak informasi yang dapat diperoleh dengan mudah dari teknologi tersebut. Kemudahan tersebut ternyata mampu memberikan efek negatif bagi generasi z. Berbagai masalah yang ditimbulkan akibat penggunaan teknologi yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya penerapan konseling teman sebaya di sekolah pada generasi z menyongsong tantangan perkembangan teknologi dan kesehatan mental. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi literatur. Studi literatur dalam penelitian ini adalah buku dan jurnal. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu dengan cara mendeskripsikan data-data atau hasil penelitian terdahulu. Hasil analisis ditemukan penerapan konseling teman sebaya di sekolah mampu mengatasi permasalahan peserta didik, memiliki dampak baik bagi konselor sebaya dan membantu guru bimbingan dan konseling. Kata kunci: generasi z; kesehatan mental; konseling teman sebaya; perkembangan teknologi
Bimbingan dan Konseling sebagai Sarana Meningkatkan Kesadaran dan Penerimaan Diri Remaja dalam Mencegah Perilaku LGBT Halida, Halida; Pu'at, Siti Natijatul; Rusydiana, Marwah; Yuline, Yuline; Putri, Amallia; Yanti, Elli
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.1095

Abstract

Masa remaja merupakan fase kritis dalam perkembangan identitas dan penerimaan diri. Kurangnya pemahaman diri dan pengaruh lingkungan yang tidak sehat dapat mendorong munculnya perilaku yang menyimpang dari norma sosial dan budaya, termasuk perilaku LGBT. Salah satu upaya preventif yang efektif dalam menghadapi permasalahan ini adalah melalui layanan bimbingan dan konseling yang berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan penerimaan diri remaja secara positif. Program ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya mengenali jati diri, membentuk citra diri yang sehat, serta mengarahkan potensi remaja ke arah yang sesuai dengan nilai-nilai moral, agama, dan budaya yang berlaku. Kegiatan dilakukan melalui seminar edukatif, penyampaian materi lewat video dan slide PPT, sesi tanya jawab, diskusi kelompok, serta sharing session untuk membangun empati dan refleksi diri. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya kesadaran diri remaja, kemampuan menerima diri secara utuh tanpa terdorong pada eksplorasi identitas seksual yang menyimpang, serta mampu membangun relasi sosial yang sehat. Dengan adanya program ini, remaja diharapkan mampu memahami dampak jangka panjang dari perilaku LGBT terhadap aspek psikologis, sosial, dan spiritual, serta mampu mengembangkan potensi diri secara optimal sesuai nilai-nilai yang dianut. Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi antara guru bimbingan konseling, guru mata pelajaran, orang tua, serta lingkungan sekolah yang suportif terhadap proses pembentukan karakter remaja.
Membangun Generasi Toleran: Strategi Efektif Mencegah Intoleransi di Sekolah Menengah Pertama Putri, Amallia; Wicaksono, Luhur; Halida, Halida; Yuline, Yuline; Yanti, Elli
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 2 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i2.20633

Abstract

Subjek pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pontianak yang berada pada usia 13 - 16 tahun, fase di mana mereka sering mengalami ketidakstabilan psikologis dan pencarian identitas diri sehingga rentan terhadap pengaruh negatif seperti keterlibatan dalam tawuran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengurangi kasus kekerasan di kalangan remaja, seperti perundungan yang menunjukkan kurangnya sikap toleransi. Program ini bertujuan membentuk karakter toleransi pada siswa melalui seminar pencegahan sikap intoleransi. Metode yang digunakan mencakup diskusi, praktik dan permainan interaktif. Kegiatan ini melibatkan 70 siswa dari dua kelas, dosen, guru, serta mahasiswa bimbingan dan konseling. Siswa berpartisipasi aktif dalam seminar, menunjukkan kebutuhan mereka untuk memahami dan mengatasi intoleransi di kalangan mereka. Interaksi dan diskusi yang terjadi selama kegiatan memperkaya pengalaman siswa tentang toleransi dan membangun empati yang penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat. Evaluasi menunjukkan tanggapan positif dari siswa, terlihat dari antusiasme mereka selama berlangsungnya kegiatan.
Bimbingan Kelompok dengan Teknik Self-Control untuk Mengurangi Kecemasan Menghadapi UAS Pada Siswa Kelas IX di SMP Negeri 19 Pontianak Yanti, Elli; Rusydiana, Marwah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4175

Abstract

Kecemasan menghadapi ujian merupakan masalah yang sering dialami siswa dan berdampak pada penurunan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik self-control dalam menurunkan kecemasan siswa menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, melibatkan 20 siswa kelas IX SMP Negeri 19 Pontianak yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing 10 siswa. Data kecemasan diperoleh melalui angket yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test melalui SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kecemasan yang signifikan pada kelompok eksperimen (p = 0,000 < 0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p = 0,310 > 0,05). Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok pada hasil posttest (p = 0,000 < 0,05). Dengan demikian, bimbingan kelompok dengan teknik self-control terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan menghadapi UAS pada siswa kelas IX SMP Negeri 19 Pontianak.
STUDI KASUS TENTANG PERUNDUNGAN FISIK DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORAL PADA PESERTA DIDIK DI SMPN 10 PONTIANAK Akbar, Ade Kusuma; Yuline, Yuline; Yanti, Elli; Halida, Halida; Putri, Amallia
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v18i1.98759

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam mengenai masalah perundungan fisik pada peserta didik kelas 8 di SMPN 10 Pontianak. Subjek kasus penelitian ini terdiri dari dua peserta didik kelas 8 yang menjadi pelaku tindakan perundungan fisik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kasus. Untuk alat pengumpulan data menggunakan wawancara observasi dan dokumentasi. Selain itu, untuk teknik analisis data menggunakan bentuk studi kasus seperti identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, treatment, serta evaluasi dan tindak lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan behavioral dengan teknik modeling simbolik dan reinforcement positive. Dari hasil penelitian menunjukan adanya perubahan tingkah laku pada diri subjek kasus berinisial I dan Z. Adapun perubahan subjek kasus 1 meliputi, sikap subjek kasus di kelas sudah terkondisi baik, subjek kasus sudah tidak melakukan tindakan memukul dan menolak, subjek kasus dapat mengendalikan emosi, serta subjek kasus dapat mengendalikan tingkah lakunya. Adapun perubahan subjek kasus 2 meliputi, subjek kasus dapat mengendalikan diri, subjek kasus tidak melakukan tindakan memukul, menolak dan mencubit teman, subjek kasus memperlihatkan bentuk tingkah laku positif saat beraktifitas dengan teman, serta subjek kasus dapat mengendalikan bentuk tindakan berupa tingkah laku yang ingin dilakukan.
Penguatan Layanan Bimbingan Karier untuk Perencanaan Studi Lanjut Bagi Santri di Pesantren Labbaik Pontianak Pu'at, Siti Natijatul; Putri, Amallia; Yanti, Elli; Halida, Halida; rusydiana, marwah; Yuline, Yuline
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma (in Progress)
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1213

Abstract

Program Penguatan Layanan Bimbingan Karier hadir untuk membantu siswa SMA Tahfizhul Quran Labbaik yang sedang bingung menentukan studi lanjut. Banyak siswa belum yakin dengan potensi diri, belum tahu pilihan jurusan dan peluang kerja, juga belum punya rencana karier yang jelas. Mereka memikul beban hafalan Al Quran dan tuntutan kurikulum nasional. Kondisi ini membuat mereka butuh dukungan agar bisa menata langkah masa depannya.Program ini memberi bekal pengetahuan dan keterampilan. Siswa belajar mengenali minat dan bakat, melihat pilihan jurusan dan perguruan tinggi, lalu menyusun rencana yang bisa mereka jalankan. Kegiatan berlangsung dalam bentuk seminar, workshop eksplorasi jurusan, asesmen minat bakat, konseling, dan sesi berbagi dengan alumni. Materi yang dibahas meliputi pemahaman diri, pemetaan minat RIASEC, tren jurusan, prospek kerja, dan cara memilih kampus. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi karier. Siswa lebih paham tiga hal penting dalam merencanakan studi. Mereka perlumengenali diri, memahami dunia pendidikan, dan melihat peluang kerja. Dengan pemahaman ini, mereka lebih siap mengambil keputusan. Siswa juga mampu menyusun Portofolio Perencanaan Karier sebagai panduan konkret. Untuk keberlanjutan, diperlukan kolaborasi guru BK, madrasah, dan orang tua dalam memastikan pendampingan karier yang konsisten.
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN TEKNIK PROBLEM BASED LEARNING DALAM PENINGKATAN MANAJEMEN WAKTU BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 PONTIANAK Fitriatul Aulia, Sakina; Asrori, Muhammad; Yanti, Elli
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43486

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of group guidance services using the Problem Based Learning (PBL) technique in improving learning time management among eleventh-grade students at SMA Negeri 9 Pontianak. The method used in this research is an experimental research method with a Pre-Experimental Design, specifically the One-Group Pretest–Posttest Design. The sample was selected using a non-probability sampling technique, namely purposive sampling, with a total of 8 students who had the lowest level of learning time management from a population of 117 students. Based on the data analysis results, the average pre-test score was 83.5, which falls into the low category, while the average post-test score increased to 121.1, which is categorized as high. Furthermore, the results of the statistical test using the Paired Sample T-test showed a t-value of 20.652 and a significance value (2-tailed) of 0.000. This indicates that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H₀) is rejected, meaning that there is a significant difference in students' learning time management before and after receiving group guidance services using the Problem Based Learning technique. Therefore, it can be concluded that group guidance services using the Problem Based Learning technique are effective in improving learning time management among eleventh-grade students at SMA Negeri 9 Pontianak.