Penelitian ini mengkaji dampak literasi keuangan digital dan adopsi fintech terhadap kinerja keuangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di Bandung. Pertumbuhan pesat layanan keuangan digital telah mengubah cara UMKM mengelola transaksi, mengakses pembiayaan, dan mengontrol aktivitas keuangan. Namun, efektivitas layanan ini sangat bergantung pada pengetahuan keuangan dan kemampuan digital pemilik usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan dari 150 pemilik UMKM kuliner melalui kuesioner terstruktur yang diukur dengan skala Likert. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 25. Hasil menunjukkan bahwa literasi keuangan digital memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, menunjukkan bahwa pemilik UMKM dengan pengetahuan keuangan digital yang lebih tinggi lebih mampu mengelola arus kas, mengontrol biaya, dan meningkatkan keuntungan. Adopsi fintech juga menunjukkan dampak positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, menyoroti peran pembayaran digital, perbankan mobile, dan pembiayaan online dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kinerja penjualan. Secara bersamaan, literasi keuangan digital dan adopsi fintech secara signifikan mempengaruhi kinerja keuangan UMKM kuliner. Temuan ini menyiratkan bahwa memperkuat pendidikan keuangan digital dan mendorong pemanfaatan fintech yang efektif merupakan strategi kunci untuk meningkatkan kinerja keuangan dan keberlanjutan UMKM.
Copyrights © 2026