Abstrak Kanker serviks masih menjadi penyebab utama morbiditas pada perempuan, terutama akibat rendahnya pengetahuan dan minimnya keterlibatan dalam deteksi dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku preventif melalui edukasi dan skrining. Sasaran kegiatan adalah dosen dan karyawan perempuan di lingkungan Universitas Islam Malang usia 20-74 tahun. Metode pelaksanaan meliputi skrining resiko kanker serviks, pre dan post test penyuluhan mengenai pencegahan kanker serviks, serta pemeriksaan Pap smear dan USG. Dari 17 peserta didapatkan skrining resiko tinggi sebanyak 76,5%, resiko sedang 11,8%, dan resiko rendah 11,8%. Pre dan post test penyuluhan tidak menunjukkan perubahan. Sementara hasil Pemeriksaan USG mengidentifikasi hasil normal 88,2% dan abnormal 11,8%, sedangkan hasil pap smear menunjukkan hasil abnormal (76,2%) yang meliputi adanya inflamasi, atropic smera dan ASCUS. Hasil abnormal pada peserta disarankan dirujuk untuk evaluasi lanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi terstruktur dan skrining terintegrasi efektif dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi perempuan produktif terhadap pencegahan kanker serviks. Kata kunci: deteksi dini; edukasi kesehatan; kanker serviks; pap smear; pengabdian masyarakat. Abstract Cervical cancer remains a leading cause of morbidity in women, primarily due to low knowledge and minimal involvement in early detection. This community service activity aims to increase understanding and encourage preventive behavior through education and screening. The target group is female lecturers and staff at the Islamic University of Malang aged 20-74 years. The implementation method included cervical cancer risk screening, pre- and post-test counseling on cervical cancer prevention, as well as Pap smear and ultrasound examinations. Of the 17 participants, 76.5% were high-risk, 11.8% were moderate-risk, and 11.8% were low-risk. The pre- and post-test counseling showed no change. Meanwhile, the ultrasound examination results identified normal results in 88.2% and abnormal results in 11.8%. Meanwhile, Pap smear results showed abnormal results (76.2%), including inflammation, atrophic smears, and ASCUS. Participants with abnormal results were referred for further evaluation. Overall, this activity demonstrates the effectiveness of structured education and integrated screening in increasing awareness and participation of productive women in cervical cancer prevention. Keywords: early detection; health education; cervical cancer; pap smear; community service.
Copyrights © 2026