Transformasi digital merupakan elemen krusial bagi keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun implementasinya di wilayah penyangga sering kali menghadapi hambatan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penghambat transformasi digital pada UMKM di kawasan hinterland (pulau-pulau kecil) Kota Batam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pelaku UMKM di Pulau Belakang Padang dan Pulau Buluh, serta observasi lapangan. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja Technology Acceptance Model (TAM) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama terdiri dari infrastruktur telekomunikasi yang tidak stabil, rendahnya literasi digital dan self-efficacy teknologi pada pelaku usaha, serta tingginya biaya logistik antarpulau yang diperumit oleh regulasi kawasan Free Trade Zone (FTZ). Selain itu, adanya resistensi kultural terhadap sistem pembayaran non-tunai memperlambat integrasi UMKM ke dalam ekosistem ekonomi digital. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan logistik kolektif dan pendampingan digital yang bersifat lokalistik untuk menjembatani kesenjangan digital antara wilayah mainland dan hinterland.
Copyrights © 2026