Komunitas belajar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) telah dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Namun, dalam implementasinya tidak sedikit kendala yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan (1) wujud masalah pada komunitas belajar dalam IKM di sekolah, (2) pemecahan masalah pada komunitas belajar, dan (3) dampak pemecahan masalah dalam komunitas belajar di sekolah. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah 7 orang dan guru 13 orang yang tergabung dalam program sekolah penggerak (PSP) di kota Banjarmasin dan kabupaten Banjar. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman. Hasil penelitian, yaitu (1) wujud masalah komunitas belajar dalam IKM, yakni masih adanya mispersepsi guru tentang komunitas belajar; masih kurangnya pelatihan IKM bagi guru; Collaborative learning antarguru rendah; pertemuan guru secara rutin belum terprogram; sharing knowledge melalui pertemuan rutin komunitas belajar masih kurang; dan sarana pembelajaran yang perlu ditingkatkan. (2) pemecahan masalah komunitas belajar, yakni melalui penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana, penyediaan waktu khusus bagi guru untuk berbagi praktik baik, kolaborasi antarguru senior dan guru junior, mendatangkan narasumber, penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan optimalisasi dalam pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM). (3) Dampak pemecahan masalah komunitas belajar bagi kepala sekolah dan guru, yakni mendapatkan kemudahan dalam memeroleh informasi; saling bersinergi; dan muncul sikap saling memberi semangat.
Copyrights © 2024