Penelitian ini menjawab sebuah kesenjangan yang terjadi mengenai adanya disintegrasi antara warisan pengetahuan dan kearifan lokal yang mulai tergerus dengan masifnya arus modernisasi, sehingga hal ini dianggap tidak penting. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai 16 informan yang terdiri dari pemerintah desa, tokoh adat Dayak, dan petani di Desa Tewang Karangan. Berdasarkan temuan data di lapangan, hasil penelitian dideskripsikan menjadi 4 (empat) sub-topik antara lain: (1) pengetahuan masyarakat tentang pertanian yang meliputi cara bertani, kearifan lokal dalam menentukan musim tanam,serta peralatan yang digunakan untuk bertani; (2) Ritual adat dalam bertani meliputi ritual Mamanggul/Manyanggar, Manugal, dan Menggetam; (3) pemanfaatan hasil pertanian, dimana hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan belum diolah menjadi produk yang bernilai tinggi; serta (4) Pewarisan pengetahuan pertanian kepada generasi muda, dimana minat dan pengetahuan generasi muda tentang kearifan lokal pertanian mulai menurun. This research answers a gap that occurs regarding the disintegration between inherited knowledge and local wisdom which is starting to be eroded by the massive flow of modernization, so that this is considered unimportant. The research uses a qualitative approach with a descriptive type. Data collection was carried out by interviewing 16 informants consisting of village government, Dayak traditional leaders, and farmers in Tewang Karangan Village. Based on data findings in the field, the research results are described into 4 (four) sub-topics including: (1) community knowledge about agriculture which includes farming methods, local wisdom in determining planting seasons, and equipment used for farming; (2) Traditional rituals in farming include the Mamanggul/Manyanggar, Manugal, and Menggetam rituals; (3) utilization of agricultural products, which are only to meet personal needs and have not been processed into high value products; and (4) Passing on agricultural knowledge to the younger generation, where the younger generation's interest and knowledge about local agricultural wisdom is starting to decline.
Copyrights © 2025