Nyeri sendi merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dialami oleh lanjut usia akibat proses degeneratif pada sistem muskuloskeletal. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui memiliki efek antiinflamasi dan analgesik karena kandungan flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat membantu mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kompres hangat daun kelor terhadap nyeri sendi pada lansia. Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest control group. Penelitian dilaksanakan di Desa Sassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, pada Juli 2025, dengan jumlah sampel 30 lansia yang dipilih secara total sampling. Data diperoleh melalui pengukuran skala nyeri Wong Baker Faces sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat nyeri sebelum intervensi kompres daun kelor adalah 3,8 dan menurun menjadi 3,3 setelah intervensi (p = 0,008). Sedangkan pada kelompok kompres air hangat sebelum daun kelor, terjadi penurunan dari 3,8 menjadi 1,97 (p = 0,000). Perbedaan efektivitas antara kedua kelompok signifikan (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa kombinasi kompres air hangat dan daun kelor lebih efektif dalam menurunkan nyeri sendi dibandingkan kompres daun kelor saja.
Copyrights © 2026