Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara seberapa sering remaja menggunakan media sosial dan kemungkinan mereka mengalami depresi, dengan menggali informasi dari berbagai sumber studi yang telah ada. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka atau literature review dengan memeriksa berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal penelitian dan artikel akademik yang berkaitan dengan topik penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja. Sumber dipilih berdasarkan sesuai dengan tema dan kredibilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menemukan pola hubungan serta faktor-faktor yang memicu munculnya gejala depresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin sering remaja menggunakan media sosial, semakin tinggi peluang mereka mengalami gejala depresi dan masalah emosional. Faktor-faktor seperti perbandingan sosial, penindasan di dunia maya, rasa takut ketinggalan, serta menurunnya interaksi langsung semuanya memperbesar risiko tersebut. Secara umum, penggunaan media sosial secara rutin berhubungan dengan risiko depresi pada remaja, oleh karena itu diperlukan penggunaan media sosial yang lebih bijak agar kesehatan mental remaja tetap terjaga.
Copyrights © 2026