Leptosirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditulakan melalui kontak langsung dengan tanah atau air yang terkontaminasi oleh urine hewan yang terinfeksi. Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit leptospirosis di Indonesia mencapai 2,5 – 16,45%. Dusun Metes memiliki karakteristik lingkungan dengan aktivitas pertanian yang cukup tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan paparan masyarakat terhadap sumber infeksi leptospirosis, terutama pada musim penghujan ketika risiko genangan air meningkat. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, cara penularan, gejala, serta upaya pencegahan leptospirosis di Dusun Metes. Metode penyuluhan diberikan melalui pemaparan materi, pengerjaan kuesioner, dan diskusi interaktif. Materi penyuluhan mencakup pengertian leptospirosis, cara penularan, faktor risiko, gejala, serta upaya pencegahan penyakit leptospirosis. Hasil Kegiatan penyuluhan leptospirosis di RT 46 dan RT 48 Dusun Metes terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta terhadap penyakit leptospirosis baik cara penularan, faktor risiko, gejala, serta upaya pencegahan penyakit leptospirosis. Kesimpulannya penyuluhan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya yang berprofesi sebagai petani, untuk lebih memahami risiko leptospirosis dan menerapkan upaya pencegahan dalam aktivitas sehari-hari.
Copyrights © 2026