Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendigitalisasi cerita rakyat Ki Ageng Gribig sebagai upaya pelestarian budaya lokal sekaligus peningkatan literasi budaya pada generasi muda di Kabupaten Malang. Analisis situasi menunjukkan bahwa rendahnya akses terhadap cerita rakyat dalam format menarik, inklusif, dan ramah anak menjadi tantangan utama dalam pembelajaran budaya. Kegiatan dilakukan melalui lima tahapan: observasi dan pengumpulan data, pengembangan naskah cerita inklusif, produksi media digital, implementasi serta diseminasi, dan evaluasi. Media yang dihasilkan memuat prinsip Universal Design for Learning (UDL) sehingga dapat diakses oleh berbagai kelompok termasuk penyandang disabilitas. Hasil evaluasi ahli menunjukkan bahwa media layak digunakan meskipun masih diperlukan penyempurnaan pada konsistensi visual dan alur materi. Program ini terbukti berkontribusi pada peningkatan literasi budaya, pelestarian cerita rakyat, penguatan pendidikan karakter, pemberdayaan komunitas, serta dukungan terhadap SDG 4 dan SDG 11. Dengan memadukan unsur visual, narasi, dan teknologi, digitalisasi cerita rakyat Ki Ageng Gribig dinilai efektif sebagai strategi pelestarian budaya yang relevan di era digital.
Copyrights © 2026