Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai risiko bunuh diri di SMA Negeri 19 Merangin. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-eksperimental dan metodologi penelitian kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 orang menggunakan metode purposive sampling. Kuesioner SBQ-R digunakan untuk menentukan risiko bunuh diri dan kuesioner pengetahuan untuk menentukan tingkat pengetahuan pada siswa yang didistribusikan sebagai bagian dari analisis data berupa uji Wilcoxon. Skor risiko bunuh diri untuk remaja di SMA Negeri 19 Merangin berkategori risiko bunuh diri rendah sebanyak 66,7% dan sebanyak 33,3% responden yang berkategori tinggi. Temuan penelitian ini memberikan gambaran tentang risiko bunuh diri di SMA Negeri 19. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden memiliki risiko bunuh diri rendah hingga sedang, namun beberapa remaja berada pada risiko yang relatif tinggi.
Copyrights © 2026