Pengelolaan sampah di lingkungan kampus Islam Jakarta Selatan belum berjalan optimal meskipun fasilitas pemilahan telah tersedia. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana edukasi nilai-nilai Al-Qur'an dapat memperkuat kesadaran pemilahan sampah sebagai fondasi implementasi zero waste di kampus-kampus Jakarta Selatan serta merumuskan model penguatan integratif berbasis ekoteologi Islam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan observasi lapangan terhadap sepuluh perguruan tinggi di Jakarta Selatan yang diperkuat kajian literatur ilmiah relevan. Hasil kajian menemukan bahwa tidak ada satu pun kampus yang memiliki program edukasi ekoteologi Islam yang terstruktur dan berkelanjutan, serta terdapat kesenjangan infrastruktur antara kampus Islam dengan kampus umum khususnya pada fasilitas pengelolaan sampah plastik. Nilai-nilai Al-Qur'an, khalifah fil ardh, amanah, thaharah, larangan israf dan tabdzir, mizan, serta larangan fasad membentuk sistem ekoteologi yang berpotensi besar sebagai fondasi motivasi intrinsik perilaku zero waste, namun belum dioperasionalisasikan secara konkret dalam kehidupan kampus karena adanya disconnection antara pengetahuan teologis dan praksis ekologis mahasiswa. Kajian ini merumuskan model penguatan zero waste berbasis ekoteologi Islam yang mencakup empat komponen: penguatan fondasi nilai melalui integrasi kurikuler, program edukasi pemilahan sampah yang berkelanjutan, peningkatan infrastruktur pemilahan, serta komitmen komunitas dan kelembagaan yang diformalisasikan dalam kebijakan kampus.
Copyrights © 2026