Limbah sekam padi merupakan hasil samping penggilingan padi yang jumlahnya melimpah di wilayah agraris seperti Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Selama ini sekam padi umumnya dibakar atau ditumpuk tanpa pemanfaatan optimal, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan kehilangan nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku pupuk kompos berbasis teknologi sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan kompos, serta monitoring dan evaluasi. Bahan yang digunakan meliputi sekam padi, kotoran sapi, dedak, dan bioaktivator EM4 dalam sistem pengomposan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah sekam menjadi kompos matang yang berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, dan berbau tanah. Pemanfaatan sekam sebagai bulking agent terbukti mendukung proses aerasi dan mempercepat dekomposisi bahan organik. Secara ekonomi, kegiatan ini berpotensi mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dan menekan biaya produksi. Secara ekologis, program ini mendukung penerapan sistem pertanian tanpa limbah (zero waste farming system) serta mengurangi praktik pembakaran sekam. Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah pertanian berbasis potensi lokal dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026