Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pembangunan karakter warrior-scholar pada taruna Akademi Militer melalui habitualisasi budaya menulis. Era militer modern menuntut perwira memiliki sinergi antara ketangkasan bertempur dan ketajaman intelektual. Namun, tantangan psikokultural berupa rendahnya kepercayaan diri dan stigma anti-intelektualisme masih menjadi kendala utama. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik fenomenologi-hermeneutik, menganalisis Kurikulum Akmil TA 2025 dan standar mutu institusi. Temuan menunjukkan bahwa karakter menulis dapat ditumbuhkan melalui metode praktis "menjaring dan mengikat ide" serta pemanfaatan AI sebagai rekan epistemik dalam rutinitas ksatrian yang padat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa transformasi menjadi perwira cendekia memerlukan pergeseran dari character building yang kaku menuju character cultivation yang organik. Jurnal Dwija Kusuma berperan sentral sebagai ekosistem literasi yang memvalidasi kualitas intelektual taruna demi mendukung tugas pokok TNI AD di masa depan.
Copyrights © 2026