Telur merupakan salah satu pangan sumber protein hewani yang disukai masyarakat pada semua kalangan usia. Produksi telur ini akan selalu meningkat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pemberian pakan tambahan (feed supplement) dan pakan imbuhan (feed additive) pada pakan ayam dilakukan untuk meningkatkan produksi telur. Hal yang perlu diperhatikan pada produksi telur adalah kualitas telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur ayam dengan suplementasi infusa daun tapak (Elepanthopus scaber L) dan daun sirsak (Annona muricata L) dalam air minum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan dan Penyakit Hewan, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, dengan telur ayam yang digunakan sebanyak 36 butir, diproduksi dari ayam petelur berumur 80 minggu.Umur telur yang digunakan adalah berkisar antara ayam 1-7 hari. Perlakuan pada ayam petelur adalah penambahan infusa daun tapak liman, infusa daun sirsak dan keduanya ke dalam air minum. Ransum yang diberikan terdiri atas dedak padi, jagung giling, bungkil kedelai, kosentrat untuk ayam petelur (layer) dan mineral. Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan enam perlakuan dan enam ulangan. Perlakuannya antara lain: A = infusa tapak liman 2% dalam air minum, B = infusa daun sirsak 2% dalam air minum, C = infusa daun sirsak 1% dan tapak liman 1% dalam air minum, D = infusa daun sirsak 1% dalam air minum, E = infusa tapak liman 1% dalam air minum dan F = kontrol (tanpa pemberian infusa pada air minum. Hasil penelitian didapatkan suplementasi infusa daun tapak liman (E. scaber L) dan daun sirsak (A. muricata L) dalam air minum sampai dengan kadar 2% tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,05) terhadap indeks putih telur, indeks kuning telur, haugh unit dan warna kuning telur, dan suplementasi ini kurang memengaruhi kualitas telur ayam.
Copyrights © 2026