Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kualitas Telur Ayam yang Diberi Imbuhan Infusa Daun Tapak Liman dan Daun Sirsak dalam Air Minumnya Amir, Yurni Sari; Zelpina, Engki; Sujatmiko, Sujatmiko; Lefiana, Delli; Noor, Prima Silvia; Siregar, Ramond; Lutvi, Ulva Mohtar; Gelagar, Ario Ridho; Yuska, Dian Aulia Tri
Jurnal Veteriner Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Telur merupakan salah satu pangan sumber protein hewani yang disukai masyarakat pada semua kalangan usia. Produksi telur ini akan selalu meningkat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pemberian pakan tambahan (feed supplement) dan pakan imbuhan (feed additive) pada pakan ayam dilakukan untuk meningkatkan produksi telur. Hal yang perlu diperhatikan pada produksi telur adalah kualitas telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur ayam dengan suplementasi infusa daun tapak (Elepanthopus scaber L) dan daun sirsak (Annona muricata L) dalam air minum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan dan Penyakit Hewan, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, dengan telur ayam yang digunakan sebanyak 36 butir, diproduksi dari ayam petelur berumur 80 minggu.Umur telur yang digunakan adalah berkisar antara ayam 1-7 hari. Perlakuan pada ayam petelur adalah penambahan infusa daun tapak liman, infusa daun sirsak dan keduanya ke dalam air minum. Ransum yang diberikan terdiri atas dedak padi, jagung giling, bungkil kedelai, kosentrat untuk ayam petelur (layer) dan mineral. Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan enam perlakuan dan enam ulangan. Perlakuannya antara lain: A = infusa tapak liman 2% dalam air minum, B = infusa daun sirsak 2% dalam air minum, C = infusa daun sirsak 1% dan tapak liman 1% dalam air minum, D = infusa daun sirsak 1% dalam air minum, E = infusa tapak liman 1% dalam air minum dan F = kontrol (tanpa pemberian infusa pada air minum. Hasil penelitian didapatkan suplementasi infusa daun tapak liman (E. scaber L) dan daun sirsak (A. muricata L) dalam air minum sampai dengan kadar 2% tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,05) terhadap indeks putih telur, indeks kuning telur, haugh unit dan warna kuning telur, dan suplementasi ini kurang memengaruhi kualitas telur ayam.
Penguatan Literasi Pertanian untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda terhadap Dunia Tani Nursamsi, Nursamsi; Sari, Dyah Puspita; Syofiani, Riza; Hudia, Hudia; Suhadi, Suhadi; Amir, Syafri; Zudri, Fatardho; Yuska, Dian Aulia Tri; Nasution, Mona Turisna; Novfirman, Novfirman; Maulana, Ingga Pragesti
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v5i2.893

Abstract

The declining interest and participation of young generations in the agricultural sector pose a serious challenge to the sustainability of agricultural development, including in Kamang Tangah Anam Suku Village, Agam Regency, West Sumatra. Despite its commitment to developing as an organic food production center, the village faces limited involvement of millennial and Generation Z farmers, which threatens the continuity of environmentally sustainable agriculture. This community service program aimed to strengthen agricultural literacy and increase young people’s interest in farming through an educational and participatory approach. The program was implemented through a preliminary survey, problem identification, organic agriculture literacy counseling for youth aged 15–30 years, and evaluation using pre-test and post-test methods. The counseling activities were delivered interactively by engaging young agricultural practitioners and incorporating contextual discussions based on local experiences. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, positive perceptions, and interest in agriculture, with an average increase in agricultural literacy of approximately 45%. Furthermore, the program successfully facilitated the establishment of the Agro Muda Kreatif Millennial Farmer Group, consisting of 19 millennial and Generation Z youths, as a tangible outcome of the intervention. These findings indicate that strengthening agricultural literacy through approaches aligned with youth characteristics is effective in encouraging farmer regeneration