Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pendidikan vokasi dalam mendorong kemitraan antara SMAS ITP Tarjun dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), khususnya PT Indocement. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan pihak industri. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa adaptasi Kurikulum Merdeka dilakukan secara kontekstual dengan melibatkan konten industri dalam pembelajaran, praktik kerja industri (PKL), serta pelatihan guru berbasis kebutuhan teknis lapangan. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan SDM guru dan integrasi kurikulum lintas mata pelajaran, kolaborasi strategis yang dibangun secara fleksibel terbukti meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dan kesiapan kerja siswa. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan kemitraan vokasi sangat bergantung pada keselarasan kebijakan sekolah dengan kebutuhan lokal serta dukungan aktif dari pihak industri. Model kemitraan seperti ini dapat direplikasi di sekolah lain dalam kawasan industri.
Copyrights © 2026