Akibat peningkatan konsentrasi bakteri Coliform dan kekeruhan air, kualitas air sumur gali menurun akibat banjir yang terjadi di Tanggirejo, Kabupaten Grobogan. Sayangnya, banyak masyarakat masih mengonsumsi air sumur yang tidak diolah, sehingga membahayakan kesehatan mereka. Dalam upaya meningkatkan kualitas air sumur pascabanjir, proyek pengabdian masyarakat ini akan mengedukasi masyarakat dan menerapkan teknologi diffuser klorin. Metode kegiatannya meliputi edukasi tentang risiko mengonsumsi air tercemar, pembuatan dan penggunaan alat diffuser klorin dasar dari PVC dan kalsium hipoklorit (Ca(ClO)₂), serta pengujian kualitas air sebelum dan sesudah penerapan teknologi. Setelah menggunakan diffuser selama 24 jam, hasil kegiatan memperlihatkan penurunan kadar Coliform dan peningkatan pemahaman masyarakat tentang disinfeksi air. Meningkatkan kualitas air sumur bor menjadi lebih mudah dan hemat biaya dengan teknologi ini. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dapat menjadikan proyek ini sebagai contoh pengelolaan air berkelanjutan.
Copyrights © 2026