Ketombe merupakan permasalahan kulit kepala yang umum terjadi dan berdampak negatif terhadap kenyamanan serta kepercayaan diri penderitanya. Penggunaan sampo antiketombe berbahan kimia sintetik dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan iritasi dan resistensi mikroba. Oleh karena itu, pendekatan berbasis bahan alam seperti daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dan rimpang jahe (Zingiber officinale) dinilai lebih aman dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat RW 38 Dusun Kepuhsari dalam memanfaatkan sumber daya alam lokal sebagai bahan dasar sampo herbal antiketombe. Melalui edukasi dan praktik langsung pembuatan sampo, masyarakat diajak memahami manfaat kandungan aktif kedua tanaman serta proses formulasi sediaan. Hasil evaluasi pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat terkait penyebab ketombe, manfaat jahe dan pandan, serta proses pembuatan sediaan sampo. Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan, tetapi juga membuka potensi ekonomi berbasis produk alami yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2026