Pembelajaran bahasa di Sekolah Dasar (SD) saat ini menghadapi tantangan ganda: kebutuhan akan transformasi digital dan ancaman lunturnya identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan desain pembelajaran bahasa materi teks naratif di SD yang mengintegrasikan pendekatan Digital-Etnopedagogi untuk mendukung konsep deep learning dan meningkatkan literasi budaya siswa. Dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis dokumen literatur terkait pedagogi digital, teori multimodal, serta inventarisasi kearifan lokal Kalimantan Tengah. Hasil studi menunjukkan bahwa: (1) terdapat tujuh cerita rakyat Kalimantan Tengah yang memiliki struktur naratif dan nilai filosofis kuat untuk dijadikan materi ajar, yaitu Asal-Usul Pulau Telo, Asal Usul Kota Kapuas, Kisah Demung Silam dan Ikan Belida, Asal Usul Kota Pangkalanbun, Legenda Telaga Putri Tujuh, Asal Usul Kota Sampit, dan Asal Usul Kampung Pahandut; (2) integrasi digital-etnopedagogi dilakukan melalui pengembangan materi multimodal (audio, visual, dan interaktif) yang mampu mengubah teks statis menjadi pengalaman belajar yang imersif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan teknologi digital yang berakar pada etnopedagogi dapat menciptakan ekosistem pembelajaran bahasa yang menyenangkan dan bermakna (deep learning), sekaligus menjadi sarana pelestarian nilai-nilai budaya daerah bagi generasi digital native.
Copyrights © 2026