ABSTRAKPelaku usaha kuliner yang tergabung dalam Komunitas Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Griya Asri menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan usaha, khususnya pengelolaan keuangan yang masih tradisional, belum melakukan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) secara sistematis, mencampur keuangan usaha dengan keuangan pribadi, serta memiliki keterbatasan literasi digital untuk mendukung pemasaran produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi umat melalui pemberdayaan pelaku usaha kuliner berbasis prinsip syariah dan literasi digital sehingga mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan berdaya saing. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-terintegrasi melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk identifikasi kebutuhan, workshop perhitungan HPP dan pencatatan keuangan digital, pelatihan literasi digital meliputi fotografi produk dan pemanfaatan media sosial serta e-commerce, seminar fikih muamalah, serta pendampingan dan monitoring pascapelatihan. Kegiatan dilaksanakan di Perumahan Pesona Griya Asri, Lombok Barat, dengan mitra sasaran anggota Majelis Taklim Baiturrahman yang memiliki usaha kuliner, melibatkan sebanyak 25 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perhitungan HPP, meningkatnya kemampuan dalam menggunakan aplikasi pencatatan keuangan digital, tumbuhnya konsistensi dalam melakukan pencatatan keuangan usaha secara rutin, meningkatnya pemanfaatan platform digital untuk pemasaran produk, serta meningkatnya pemahaman peserta terhadap praktik bisnis yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah sehingga mendukung penguatan kapasitas usaha kuliner masyarakat secara berkelanjutan.Kata kunci: Pemberdayaan Ekonomi; Kuliner Syariah; Literasi Digital; UMKM.ABSTRACTCulinary entrepreneurs who are members of the Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Griya Asri community face various challenges in managing their businesses, particularly in financial management which is still traditional in nature. Many of them have not systematically calculated the Cost of Goods Sold (COGS), still mix business finances with personal finances, and have limited digital literacy to support product marketing. This community service activity aims to enhance the economic capacity of the community through the empowerment of culinary entrepreneurs based on sharia principles and digital literacy so that they are able to manage their businesses more professionally and competitively. The implementation method employed a participatory-integrated approach through Focus Group Discussions (FGD) to identify needs, workshops on COGS calculation and digital financial record-keeping, digital literacy training including product photography and the utilization of social media and e-commerce platforms, seminars on fiqh muamalah, as well as post-training mentoring and monitoring. The activity was conducted in the Pesona Griya Asri Housing Area, West Lombok, targeting members of the Majelis Taklim Baiturrahman who run culinary businesses, involving a total of 25 participants. The results of the activity indicate an increase in participants’ understanding of COGS calculation, improved ability to use digital financial recording applications, growing consistency in conducting routine business financial records, increased utilization of digital platforms for product marketing, and enhanced understanding of business practices in accordance with sharia economic principles, thereby supporting the sustainable strengthening of community-based culinary enterprises. Keywords: Economic Empowerment; Sharia Culinary; Digital Literacy; MSMEs.
Copyrights © 2026