Ikatan Dokter Anak Indonesia mencatat lonjakan prevalensi diabetes pada populasi anak sebesar 70 kali lipat di tahun 2023. Faktor risiko utamanya mencakup pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik. Kebiasaan yang tidak sehat ini, bila dilakukan terus-menerus berpotensi besar memicu obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan gangguan kesehatan serius di kemudian hari. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman siswa-siswi mengenai pola makan dan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan primer diabetes melitus sejak dini. Metode yang digunakan dengan mengumpulkan siswa/siswi yang ditempatkan pada kelas yang ada di SD N Meruyung, Limo. Sebelum dilakukan edukasi dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan yang digunakan untuk mengetahui status gizinya, setelah dilakukan skrining dilanjutkan dengan pemberian edukasi terkait pola makan, perilaku sehat dan diabetes melitus. Media edukasi yang digunakan adalah canva, leaflet dan poster yang digunakan untuk umpan balik terkait dengan edukasi yang diberikan. Peningkatan pemahaman dan pengetahuan terkait dengan materi yang telah diberikan pada siswa/i digunakan metode pretest dan posttest. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan pada 60 siswa/siswi didapatkan peningkatan skor pengetahuan dengan rata-rata nilai pre-test adalah 48.50±.30, yang kemudian meningkat menjadi 62.50±19.71 pada post-test (p=0.000). Kesimpulannya, pemberian edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan siswa-siswi.
Copyrights © 2026