Penurunan pengetahuan masyarakat dan rendahnya partisipasi remaja dalam penyelenggaraan jenazah menjadi perhatian penting di Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Banyak remaja enggan terlibat dalam praktik fardhu kifayah karena pemahaman yang terbatas, kurangnya proses kaderisasi, serta anggapan bahwa pengurusan jenazah hanya menjadi tanggung jawab kelompok orang dewasa tertentu. Kondisi ini mengancam keberlanjutan praktik keagamaan yang benar dan dapat mengurangi penghormatan serta kesucian jenazah. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi konseptual dan keterampilan praktis masyarakat dalam tata cara penyelenggaraan jenazah sekaligus mendorong lahirnya kader remaja yang baru. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi awal dengan pemangku kepentingan lokal, pelatihan teori terstruktur, demonstrasi praktik langsung, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, serta pendampingan berkelanjutan melalui platform komunikasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, kepercayaan diri, dan keterampilan peserta, di mana lebih dari 80% menunjukkan perkembangan terukur pada pemahaman teori maupun praktik simulasi. Secara kualitatif, kegiatan ini memperkuat kerja sama antargenerasi, meningkatkan motivasi remaja, serta memperbaiki kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi kematian. Secara keseluruhan, program ini mampu memperkuat kapasitas masyarakat dan mendukung keberlanjutan praktik penyelenggaraan jenazah sesuai tuntunan agama
Copyrights © 2026