Bencana hidrometeorologi tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian material, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang signifikan bagi masyarakat terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi konseling trauma menggunakan Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) dalam kegiatan pendampingan psikososial bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat serta menganalisis respons penyintas terhadap intervensi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus multipel yang dilaksanakan di tiga wilayah terdampak bencana, yaitu Nagari Salareh Aia, Nagari Silayang, dan Nagari Koto Tinggi. Sebanyak 287 penyintas terlibat dalam kegiatan pendampingan psikososial. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, catatan proses layanan, dokumentasi kegiatan, serta pengukuran tingkat distres trauma menggunakan instrumen Impact of Event Scale-Revised sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi psikososial berbasis IPLT berkontribusi dalam menurunkan tingkat kecemasan, menstabilkan kondisi emosional, serta meningkatkan strategi koping adaptif pada penyintas. Analisis kuantitatif menunjukkan penurunan rerata skor distres trauma dari 38,3 menjadi 26,3 setelah intervensi dengan persentase penurunan sebesar 31,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa IPLT dapat menjadi pendekatan intervensi psikososial yang kontekstual dan adaptif dalam mendukung pemulihan psikologis serta memperkuat resiliensi komunitas pascabencana.
Copyrights © 2025