Ifdil Ifdil
Center for Educational Neuroscience, Trauma, and Human Behavior, Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat kepuasaan workshop pemanfaatan aplikasi sociomap sebagai students social relations mapping: studi demografi bagi guru bimbingan dan konseling Rima Pratiwi Fadli; Ifdil Ifdil; Monica Tiara; Annisaislami Khairati; Nezza Destria
Lentera Negeri Vol. 6 No. 1 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991570

Abstract

Perkembangan teknologi digital di bidang bimbingan dan konseling membuka peluang baru dalam memetakan relasi sosial siswa. Aplikasi Sociomap hadir sebagai inovasi yang mendukung guru bimbingan dan konseling (BK) memahami dinamika sosial peserta didik. Namun, tingkat kepuasan guru BK terhadap pemanfaatan aplikasi ini dalam pelatihan perlu dievaluasi, khususnya dengan memperhatikan faktor demografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan melibatkan guru BK SLTA sebagai responden workshop. Instrumen berupa kuesioner Likert 1–5 digunakan untuk menilai kejelasan materi, kemudahan penggunaan, kenyamanan workshop, kebermanfaatan, kepuasan fasilitas, dan niat menggunakan aplikasi. Data dianalisis dengan statistik deskriptif  binomial test. Tingkat kepuasan peserta workshop berada pada kategori tinggi di semua kelompok demografi. Faktor demografi yang paling berpengaruh tampak pada pengalaman mengajar dan usia, di mana guru dengan pengalaman menengah serta usia produktif lebih menunjukkan antusiasme dan kepuasan tinggi terhadap pemanfaatan aplikasi Sociomap. Workshop pemanfaatan Sociomap memberikan pengalaman positif dan relevan bagi guru BK dalam memetakan relasi sosial siswa. Tingkat kepuasan yang tinggi menunjukkan potensi integrasi aplikasi ini dalam layanan konseling di sekolah. Ke depan, pengembangan fitur dan pendampingan lanjutan disarankan untuk memperkuat keberlanjutan penggunaan teknologi ini.
Konseling trauma dengan ifdil perceptual light technique (IPLT) untuk pendampingan psikososial penyintas bencana hidrometeorologi sumatera barat Ifdil Ifdil; Asmar Yulastri; Afdal Afdal; Nurhastuti Nurhastuti; Yudi Antomi; Zadrian Ardi; Zahriyah Simargolang; Evelynd Evelynd; Alzet Rama; Annisaislami Khairati; Nur Adila Wafiqoh
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991630

Abstract

Bencana hidrometeorologi tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian material, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang signifikan bagi masyarakat terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi konseling trauma menggunakan Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) dalam kegiatan pendampingan psikososial bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat serta menganalisis respons penyintas terhadap intervensi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus multipel yang dilaksanakan di tiga wilayah terdampak bencana, yaitu Nagari Salareh Aia, Nagari Silayang, dan Nagari Koto Tinggi. Sebanyak 287 penyintas terlibat dalam kegiatan pendampingan psikososial. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, catatan proses layanan, dokumentasi kegiatan, serta pengukuran tingkat distres trauma menggunakan instrumen Impact of Event Scale-Revised sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi psikososial berbasis IPLT berkontribusi dalam menurunkan tingkat kecemasan, menstabilkan kondisi emosional, serta meningkatkan strategi koping adaptif pada penyintas. Analisis kuantitatif menunjukkan penurunan rerata skor distres trauma dari 38,3 menjadi 26,3 setelah intervensi dengan persentase penurunan sebesar 31,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa IPLT dapat menjadi pendekatan intervensi psikososial yang kontekstual dan adaptif dalam mendukung pemulihan psikologis serta memperkuat resiliensi komunitas pascabencana.
Developing a terminology agreement in vocational education research: content validation of standard keyword indexes Alzet Rama; Nizwardi Jalinus; Muhammad Anwar; Ifdil Ifdil; Wiki Lofandri
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2026): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036814000

Abstract

The study conducted an expert-based content validation to develop and validate a standardized keyword index for vocational education research. A lack of standard terminology in vocational education leads to problems in literature discovery, conducting systematic reviews, and international collaboration. Five content experts (three professors and two doctorate holders) with a minimum of 10 years of experience in vocational education using purposive sampling strategy, evaluated 79 keywords that were extracted from a systematic literature review of recent publications (2014-2025). The experts assessed each keyword for relevance on a 4-point Likert scale. The study used the Content Validity Index (CVI) method for the data analysis at both the item level (I-CVI) and the scale level (S-CVI). The result showed that the content validity was outstanding with the S-CVI/Ave of 0.916 which was higher than the recommended limit of 0.90. The 79 keywords were able to achieve I-CVI scores of at least 0.80, with 46 of the keywords (58.2%) getting perfect agreement (I-CVI = 1.00) and 33 of the keywords (41.8%) I-CVI = 0.80. The validated keywords were categorized into eight thematic categories: Core VET Systems & Models, Pedagogical Approaches, Technical & Occupational Skills, 21st Century & Soft Skills, Industry 4.0 & Emerging Technologies, Policy Standards & Quality Assurance, Labor Market & Economic Development, and Sustainability & Contemporary Issues. This standardized index remedies the problem of terminological inconsistency in vocational education research and thus leads to more efficient literature retrieval, knowledge synthesis, and international research collaboration. The study offers a clear and repeatable framework for keyword standardization that can be used to guide future updates and changes in different educational contexts.