Pendidikan berperan strategis dalam membangun kohesi sosial dan sinergi global melalui penguatan kompetensi antarbudaya, dialog, dan kolaborasi lintas komunitas. Integrasi pendidikan inklusif, nilai budaya lokal, dan keterlibatan masyarakat terbukti meningkatkan kewargaan global serta ketahanan sosial. Namun, kesenjangan akses dan partisipasi masih menjadi tantangan yang memerlukan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.Sinergi global dibangun melalui pendekatan partisipatif yang mencakup identifikasi kebutuhan, perencanaan kolaboratif, implementasi berbasis budaya, evaluasi partisipatif, serta penguatan jejaring berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan program relevan, inklusif, dan berdampak dalam pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah At-Toyyibah menunjukkan sinergi kuat antara Universitas PGRI Adi Buana, sekolah, mahasiswa, guru, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis budaya dan keterlibatan komunitas. Melalui penyuluhan, sesi berbagi, kolaborasi guru–mahasiswa, serta simbol kerja sama institusional, program ini memperkuat literasi global, nilai lokal, dan partisipasi masyarakat. Evaluasi menunjukkan dampak positif, sekaligus menegaskan pentingnya keberlanjutan, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan kapasitas guru serta komunitas. Program ini memperkuat sinergi pendidikan, budaya, dan keterlibatan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif. Dengan peningkatan kapasitas guru, pelibatan komunitas, pelatihan berkelanjutan, dan jejaring multipihak, program mendorong keberlanjutan serta daya saing masyarakat di tingkat global.Kata kunci: Pendidikan Inklusif, Sinergi Global, Keterlibatan Masyarakat, Budaya Lokal, Pemberdayaan Komunitas
Copyrights © 2026