Perkembangan pedagogi Pendidikan Agama Kristen (PAK) anak usia dini kerap berfokus pada transmisi kognitif doktrin, sementara dimensi spiritualitas anak sebagai subjek teologis belum digarap secara mendalam melalui kajian eksegetis Injil. Markus 10:13–16 menghadirkan Yesus yang tidak hanya menerima anak-anak, tetapi juga menempatkan mereka sebagai paradigma bagi partisipasi dalam Kerajaan Allah. Artikel ini merumuskan pertanyaan penelitian: bagaimana Injil Markus mengonstruksi spiritualitas anak usia dini, dan bagaimana relevansinya bagi pedagogi PAK kontemporer? Penelitian bertujuan mengembangkan fondasi biblika bagi pendidikan iman anak melalui analisis teks Markus 10:13–16. Kebaruan (novelty) studi ini terletak pada integrasi analisis naratif-eksegetis dengan refleksi pedagogis PAK anak usia dini dalam konteks gereja masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis naratif dan leksikal serta studi pustaka terhadap literatur biblika dan teologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas anak dalam perspektif Yesus berciri reseptivitas terhadap anugerah, relasional-inkarnasional, dan berfungsi paradigmatik bagi kehidupan murid, yang kemudian diterjemahkan ke dalam prinsip pedagogis inklusif, afektif, dan berorientasi komunitas lintas generasi dalam PAK anak usia dini.
Copyrights © 2026