Kemampuan berpikir spasial merupakan aspek penting dimiliki siswa dalam menyelesaikan soal objek tiga dimensi. Siswa yang tidak mampu berpikir spasial dengan baik akan mengalami kesulitan, hal tersebut juga dapat dialami oleh siswa tunagrahita. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan data utama proses berpikir spasial siswa tunagrahita. Pemilihan subjek berdasarkan jenjang kelas yang sudah mempelajari materi kubus dan mampu membaca serta menulis sehingga subjek penelitian terdiri dari satu orang siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses berpikir siswa tunagrahita dalam memahami materi kubus berbantuan alat peraga. Penelitian ini dilakukan karena siswa tunagrahita memiliki keterbatasan intelektual dalam memahami konsep geometri yang abstrak, sehingga diperlukan analisis proses berpikir spasial dengan bantuan alat peraga untuk mengoptimalkan kemampuan visualisasi dan pemahaman matematis mereka. Indikator spasial pada penelitian ini meliputi visualisasi spasial, orientasi spasial dan relasi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek terpilih tergolong dalam kategori tunagrahita sedang berdasarkan tes psikologi. Proses berpikir spasial siswa tunagrahita sedang dapat dilihat bahwa siswa menjawab soal dengan benar setelah mengerjakan soal dengan tipe yang sama secara berulang. Rekomendasi penelitian selanjutnya yaitu melakukan kajian serupa pada kategori siswa tunagrahita lainnya dengan memastikan validasi kategori subjek untuk menyesuaikan tingkat kesulitan soal, serta memberikan contoh gambar berpetak atau garis putus-putus pada lembar jawaban untuk memudahkan siswa menebali.
Copyrights © 2025