Maghfiroh, Sasqia Ulimaz
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROSES BERPIKIR SPASIAL SISWA TUNAGRAHITA PADA MATERI KUBUS MENGGUNAKAN ALAT PERAGA Maghfiroh, Sasqia Ulimaz; Febriyanto, Eko Yudi; Triyani, Dini; Achmad, Riza; Yudianto, Erfan
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir spasial merupakan aspek penting dimiliki siswa dalam menyelesaikan soal objek tiga dimensi. Siswa yang tidak mampu berpikir spasial dengan baik akan mengalami kesulitan, hal tersebut juga dapat dialami oleh siswa tunagrahita. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan data utama proses berpikir spasial siswa tunagrahita. Pemilihan subjek berdasarkan jenjang kelas yang sudah mempelajari materi kubus dan mampu membaca serta menulis sehingga subjek penelitian terdiri dari satu orang siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses berpikir siswa tunagrahita dalam memahami materi kubus berbantuan alat peraga. Penelitian ini dilakukan karena siswa tunagrahita memiliki keterbatasan intelektual dalam memahami konsep geometri yang abstrak, sehingga diperlukan analisis proses berpikir spasial dengan bantuan alat peraga untuk mengoptimalkan kemampuan visualisasi dan pemahaman matematis mereka. Indikator spasial pada penelitian ini meliputi visualisasi spasial, orientasi spasial dan relasi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek terpilih tergolong dalam kategori tunagrahita sedang berdasarkan tes psikologi. Proses berpikir spasial siswa tunagrahita sedang dapat dilihat bahwa siswa menjawab soal dengan benar setelah mengerjakan soal dengan tipe yang sama secara berulang. Rekomendasi penelitian selanjutnya yaitu melakukan kajian serupa pada kategori siswa tunagrahita lainnya dengan memastikan validasi kategori subjek untuk menyesuaikan tingkat kesulitan soal, serta memberikan contoh gambar berpetak atau garis putus-putus pada lembar jawaban untuk memudahkan siswa menebali.
MENINJAU ULANG BERPIKIR KREATIF SISWA SD DALAM GEOMETRI: PERSPEKTIF LEVEL VAN HIELE Yudianto, Erfan; Astri, Sofi; Maghfiroh, Sasqia Ulimaz; Febriyanto, Eko Yudi; Margaretha, Puspita Maya
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau ulang berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah geometri melalui perspektif level berpikir van Hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 28 siswa kelas IV sekolah dasar. Dari jumlah tersebut, dipilih enam subjek secara purposive untuk dianalisis secara mendalam berdasarkan level berpikir van Hiele. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan geometri, tugas berpikir kreatif berbasis tangram, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan fokus pada indikator fluency, flexibility, dan originality. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa tidak berkembang secara linier seiring dengan peningkatan level berpikir van Hiele. Siswa pada level yang lebih tinggi tidak selalu menunjukkan tingkat kreativitas yang lebih baik, khususnya pada aspek originality. Sebaliknya, siswa pada level yang lebih rendah masih mampu menunjukkan kemampuan fluency dan flexibility melalui eksplorasi variasi solusi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kreativitas dalam geometri lebih banyak berkembang pada tahap eksploratif dan belum sepenuhnya mencapai tahap generatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa berpikir kreatif dalam geometri tidak dapat dipahami semata-mata sebagai hasil dari perkembangan kognitif geometris, tetapi sebagai proses dinamis yang melibatkan interaksi antara pemahaman konsep, pengalaman manipulatif, dan strategi eksplorasi. Oleh karena itu, pembelajaran geometri perlu dirancang untuk tidak hanya meningkatkan level berpikir, tetapi juga mendorong perkembangan kreativitas melalui tugas-tugas terbuka dan eksploratif.