Abstrak Limbah cair dari industri tekstil, khususnya sarung tenun, mengandung senyawa organik kompleks yang sulit diuraikan melalui proses biologis konvensional. Salah satu indikator pencemar utamanya adalah Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas proses Fenton salah satu metode Advanced Oxidation Process (AOP) dalam menurunkan kadar COD pada limbah cair tekstil sarung serta memodelkan kinetika reaksi degradasinya. Proses Fenton melibatkan reaksi antara besi (Fe²⁺) dan hidrogen peroksida (H₂O₂) yang menghasilkan radikal hidroksil (•OH) sebagai oksidator kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio H₂O₂/COD sebesar 10 memberikan efisiensi degradasi COD tertinggi, mencapai 82,95% dalam waktu 60 menit pada pH 3. Analisis kinetika reaksi dilakukan menggunakan tiga model: orde satu, orde dua, dan Behnajady Modirshahla Ghanbery (BMG). Model BMG menunjukkan kecocokan terbaik dengan data eksperimental, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9932. Model ini juga menunjukkan bahwa kecepatan degradasi COD tinggi terjadi pada menit-menit awal, dan cenderung menurun seiring berkurangnya konsentrasi senyawa organik. Berdasarkan hasil tersebut, proses Fenton terbukti efektif dan potensial untuk diterapkan dalam pengolahan limbah cair tekstil dengan karakteristik beban COD tinggi. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan teknologi AOP yang lebih efisien dan ramah lingkungan dalam skala industry.
Copyrights © 2025