Penggunaan gadget pada anak usia sekolah dasar semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi digital. Meskipun gadget memberikan berbagai manfaat, seperti kemudahan akses informasi dan peningkatan literasi digital, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan perilaku anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai penggunaan gadget secara bijak melalui program sosialisasi “Stop Gadget”. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2026 di tiga sekolah dasar di Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, yaitu SD Negeri 37 Bua, SD Negeri 163 Lempangan, dan SD Negeri 195 Balangpangi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif yang meliputi penyampaian materi, pemutaran video edukatif, permainan edukatif, serta simulasi aktivitas non-gadget. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa, di mana skor rata-rata pre-test sebesar 24,53 (61,32%) meningkat menjadi 32,37 (80,97%) pada post-test. Siswa mulai menyadari dampak negatif penggunaan gadget serta munculnya kesadaran untuk mengurangi penggunaan. Selain itu, siswa juga mulai mengenal alternatif kegiatan positif tanpa gadget. Program ini terbukti efektif dalam menanamkan kesadaran dini dan mengubah pola pikir siswa terhadap teknologi. Pentingnya kegiatan ini terletak pada kemampuannya membangun ekosistem digital yang sehat bagi anak melalui pendekatan edukasi yang menyenangkan, yang diharapkan dapat berkelanjutan dengan dukungan guru dan orang tua untuk mencegah ketergantungan gadget jangka panjang.
Copyrights © 2026