Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan program ekstrakurikuler berbasis Kurikulum Cinta Kasih di MA Darussalam. Kurikulum Cinta Kasih adalah pendekatan pendidikan yang menekankan penguatan nilai-nilai cinta kepada Allah, Nabi, diri sendiri, sesama, lingkungan, dan bangsa sebagai landasan pembentukan karakter siswa. Permasalahan yang dihadapi oleh para mitra adalah pemahaman guru yang kurang optimal dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam program ekstrakurikuler yang sistematis dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Pengabdian Masyarakat (PkM) dengan model Penelitian Aksi Partisipatif (PAR). Kegiatan ini dirancang dalam bentuk siklus PAR yang mencakup empat tahapan utama, yaitu: Pertama, Perencanaan, Kedua, Aksi, Diskusi Kelompok Fokus (FGD), dan bimbingan teknis untuk mengembangkan program madrasah berbasis Kurikulum Cinta Kasih. Ketiga, Observasi dan Keempat, Refleksi. Kegiatan ini berdampak positif pada kesiapan guru untuk mengimplementasikan Kurikulum Cinta Kasih secara lebih komprehensif, terutama dalam kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, pendampingan ini diharapkan menjadi model untuk memperkuat implementasi kurikulum berbasis nilai dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter di madrasah.
Copyrights © 2026