Transformasi digital nasional menempatkan computational thinking (CT) sebagai fondasi intelektual krusial bagi generasi emas 2045. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan CT melalui pelatihan koding pada program after school di SMA Negeri 6 Makassar. Tantangan utama kegiatan ini adalah kondisi sosial ekonomi keluarga siswa yang berada pada kategori menengah ke bawah serta hambatan infrastruktur berat akibat renovasi total laboratorium komputer (progres 55%). Melalui metode pelaksanaan yang adaptif, pengabdian ini menggunakan strategi Computer Science Unplugged sebagai solusi inklusif. Hasil evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa meskipun intensitas pertemuan tatap muka terbatas pada 7 dari 16 pertemuan, tingkat kesiapan fisik siswa mencapai 91% dengan antusiasme belajar yang sangat tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa resiliensi psikologis siswa mampu melampaui keterbatasan perangkat fisik dalam penguasaan logika algoritmik dasar sebagai persiapan kurikulum koding 2025/2026.
Copyrights © 2026