Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi angka penemuan kasus TBC dengan menggunakan metode regresi robust, mengingat data epidemiologi rentan terhadap keberadaan pencilan. Variabel independen yang digunakan meliputi jumlah perokok usia 15–24 tahun, kepadatan penduduk, dan jumlah penduduk miskin. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel perokok usia 15–24 tahun dan kepadatan penduduk berpengaruh signifikan terhadap angka penemuan kasus TBC. Kepadatan penduduk memiliki pengaruh positif, sedangkan variabel perokok usia 15–24 tahun menunjukkan pengaruh negatif yang konsisten dengan hasil regresi linear berganda. Selain itu, regresi robust mengungkapkan bahwa variabel penduduk miskin berpengaruh signifikan terhadap angka penemuan kasus TBC, yang sebelumnya tidak terdeteksi pada model regresi linear berganda akibat pengaruh pencilan. Secara keseluruhan, regresi robust menghasilkan estimasi yang lebih stabil dengan standar error yang lebih kecil, sehingga dinilai lebih sesuai untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi angka penemuan TBC.
Copyrights © 2026