Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi kendala dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik akibat pembelajaran yang berpusat pada guru dan kurang melibatkan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran IPAS berbasis problem solving serta menguji kelayakan, efektivitas, dan kepraktisannya. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) yang menggunakan model ADDIE, yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV MI Al-Muslimun NW Tegal. Instrumen penelitian meliputi lembar validator ahli, tes hasil belajar, serta angket respons guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan modul memenuhi kriteria sangat layak dengan persentase validator ahli materi 88,02%, ahli modul 93,74%, dan ahli bahasa 87,5%. Efektivitas modul ditunjukkan oleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,74 dengan kategori tinggi. Kepraktisan modul ditunjukkan melalui respons peserta didik sebesar 88,02% dan respons guru sebesar 91,1% dengan kategori sangat praktis. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran IPAS berbasis problem solving berpotensi digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026