enelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat Mental toughness siswa SMA dalam menghadapi tekanan akademik, sosial, dan perkembangan remaja, serta meninjaunya berdasarkan dimensi, tingkat kelas, dan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 242 siswa SMAN 3 Sidrap berusia 15–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner mental toughness yang diadopsi dari Mental Toughness Questionnaire (MTQ-18) milik Clough, yang mencakup empat dimensi, yaitu control, commitment, challenge, dan confidence. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,714, sehingga instrumen dinyatakan memiliki reliabilitas yang baik. Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mental toughness siswa secara umum berada pada kategori sedang (47,1%), diikuti kategori rendah (37,6%) dan tinggi (15,3%). Pada keempat dimensi, kategori sedang juga mendominasi, yang menunjukkan bahwa ketangguhan mental siswa telah berkembang, tetapi belum optimal. Berdasarkan tingkat kelas, siswa kelas XI dan XII menunjukkan kecenderungan mental toughness yang lebih baik dibandingkan kelas X. Berdasarkan jenis kelamin, siswa laki-laki cenderung memiliki mental toughness lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan. Temuan ini menegaskan bahwa mental toughness siswa masih perlu mendapat perhatian serius di sekolah. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penyusunan layanan bimbingan dan konseling yang bersifat preventif dan developmental, khususnya melalui penguatan coping adaptif agar siswa lebih mampu menghadapi tekanan belajar dan sosial, membangun daya tahan psikologis, dan berkembang secara optimal dalam kehidupan sekolah. This study aims to describe the level of mental toughness of high school students in facing academic, social, and adolescent developmental pressures, and to review it based on dimensions, grade level, and gender. The study used a quantitative approach with a descriptive type. The study subjects were 242 students of SMAN 3 Sidrap aged 15–18 years who were selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through a mental toughness questionnaire adopted from Clough's Mental Toughness Questionnaire (MTQ-18), which covers four dimensions: control, commitment, challenge, and confidence. The results of the reliability test showed a Cronbach's alpha value of 0.714, so the instrument was declared to have good reliability. Data were analyzed descriptively with the help of JASP. The results showed that students' mental toughness was generally in the medium category (47.1%), followed by the low category (37.6%) and high (15.3%). In all four dimensions, the medium category also dominated, which indicates that students' mental toughness has developed, but is not yet optimal. Based on grade level, students in grades XI and XII showed a tendency towards better mental toughness compared to those in grade X. Based on gender, male students tended to have higher Mental toughness than female students. This finding confirms that students' mental toughness still needs serious attention in schools. Therefore, the results of this study can be the basis for the preparation of preventive and developmental guidance and counseling services, especially through strengthening adaptive coping so that students are better able to face learning and social pressures, build psychological resilience, and develop optimally in school life.
Copyrights © 2026