Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN KONSELING LOGOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI ANAK TUNAGRAHITA Yusri, Akbar Gibran; Harum, Akhmad; Saman, Abdul
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 2 (2025): RISTEDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i2.225-238

Abstract

Penelitian bertujuan untuk : 1) Mengetahui gambaran resiliensi anak tunagrahita; 2) Mengetahui gambaran pelaksanaan konseling logoterapi terhadap anak tunagrahita, 3) Mengetahui pengaruh konseling logoterapi terhadap Peningkatan resiliensi anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experimental design dengan pretest-posttest, non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 16 anak tunagrahita ringan yang teridentifikasi memiliki tingkat resiliensi rendah. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling sehingga diperoleh 10 anak tunagrahita ringan yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (N=5) dan kelompok kontrol (N=5). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan pembagian skala resiliensi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa resiliensi anak tunagrahita SLB-C YPPLB Makassar sebelum diberikan perlakuan/intervensi konseling logoterapi berada pada kategori rendah dengan nilai mean 33,6 dan setelah diberikan perlakuan/intervensi berada pada kategori tinggi dengan nilai mean 60,2. Hasil uji independent sample t-test yaitu p = 0,000 dan 0,002 < a 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh konseling logoterapi dalam meningkatkan resiliensi anak tunagrahita SLB-C YPPLB Makassar
Nilai-nilai Karakter Damai “To Ugi” dalam Sureq I La Galigo Epsiode Mula Rioluna Batara Guru Hikmah, Muh. Syawal; Fathan, A. As'ad; Yusri, Akbar Gibran
YASIN Vol 5 No 2 (2025): APRIL
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i2.5302

Abstract

This study explores the values ​​of peaceful character in the sureq I La Galigo episode Mula Rioluna Batara Guru which aims to identify and analyze the values ​​of To Ugi's peaceful character contained in the sureq I La Galigo. This study uses a qualitative descriptive method with a Wilhelm Dilthey hermeneutic approach, by interpreting the script (sureq) based on experience, expression, and understanding of Bugis culture. The results of the reserch show that the values ​​of To Ugi's peaceful character in the sureq La Galigo episode Mula Rioluna Batara Guru include, a good heart, caution and alertness to avoid danger, the appropriateness of speech and actions 'adanagau' or conformity and action, not arrogant or humble, thinking before acting, togetherness (mutual cooperation), honesty and true words (lempu sibawa ada tongeng), loyalty (solidarity), friendship, and responsibility and affection which are integral parts in building a harmonious and peaceful social life. In the midst of the development of the era that brings moral challenges to the younger generation, understanding local cultural values ​​is important as a foundation for peaceful character education. Therefore, this study emphasizes the importance of integrating peaceful character values ​​in learning and social life to form individuals who are moral and have peaceful characters.
GERHANA: Program Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Botto Mendukung Terwujudnya Desa Anti Pernikahan Anak Ashar, Alimul; Hikmah, Muh. Syawal; Anisah FR, Nurul; Yusri, Akbar Gibran; Asikin, Nurul; Islam, A. Fajrul; M. Junaid, M. Junaid; Prawira, Fikran; Harum, Akhmad
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i2.177

Abstract

Latar Belakang: Desa Botto di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menghadapi persoalan serius seperti pergaulan bebas, pernikahan usia anak, dan putus sekolah, meskipun memiliki budaya leluhur yang kuat dan mayoritas penduduk beragama Islam. Tujuan: Mendukung terwujudnya Desa anti pernikahan anak melalui program GERHANA (Gerakan Anti Pernikahan Anak). Metode: Metode pelaksanaan proyek kemanusian ini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan keberlanjutan. Hasil: Pelaksanaan program proyek kemanusiaan ini menghasilkan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya pernikahan anak dan lahirnya remaja yang lebih mandiri, kreatif, dan berjiwa wirausaha, serta melahirkan pula agen pelopor sebaya, yang memperkuat suara kolektif masyarakat melalui pangung ekpresi. Kesimpulan: Program GERHANA menjadi langkah preventif pernikahan anak dan pemberdayaan remaja demi masa depan Desa Botto yang lebih berkualitas.
PENERAPAN KONSELING LOGOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI ANAK TUNAGRAHITA Yusri, Akbar Gibran; Harun, Akhmad; Saman, Abdul
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 2 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i2.225-238

Abstract

Penelitian bertujuan untuk : 1) Mengetahui gambaran resiliensi anak tunagrahita; 2) Mengetahui gambaran pelaksanaan konseling logoterapi terhadap anak tunagrahita, 3) Mengetahui pengaruh konseling logoterapi terhadap Peningkatan resiliensi anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experimental design dengan pretest-posttest, non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 16 anak tunagrahita ringan yang teridentifikasi memiliki tingkat resiliensi rendah. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling sehingga diperoleh 10 anak tunagrahita ringan yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (N=5) dan kelompok kontrol (N=5). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan pembagian skala resiliensi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa resiliensi anak tunagrahita SLB-C YPPLB Makassar sebelum diberikan perlakuan/intervensi konseling logoterapi berada pada kategori rendah dengan nilai mean 33,6 dan setelah diberikan perlakuan/intervensi berada pada kategori tinggi dengan nilai mean 60,2. Hasil uji independent sample t-test yaitu p = 0,000 dan 0,002 a 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh konseling logoterapi dalam meningkatkan resiliensi anak tunagrahita SLB-C YPPLB Makassar.
Tusalama’: Nilai Karakter Damai Syekh Yusuf Perspektif Lontaraq Gowa dan Implikasi terhadap Bimbingan Konseling Hikmah, Muh. Syawal; Mirdan, Moh.; Kaffah, Muhammad Silmi; Yusri, Akbar Gibran; Fathan, A. As'ad; Amsil, Alfin Elkindy
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): July
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/annuha.v12i1.768

Abstract

The purpose of this reserch is to explore the values of peace-oriented character in the life history of Syekh Yusuf Al-Makassari from the perspective of Lontaraq Gowa, and to examine how these character values imply for guidance and counseling practices. This research employs a qualitative approach using the Gadamerian hermeneutic method, which emphasizes the analytical process between the parts and the whole in the effort to understand and interpret texts meaningfully. The findings of this reserch reveal eight peace character values exemplified by Syekh Yusuf: nikatutuinna and ningainna (loving and being loved), kamaseang (caring and compassionate), mallaq and masiriq (fear and shame as moral boundaries), paqrasangang matangkasaka (pursuing truth), bantui na tamaka-makai rannuna pagmaiqna taua (helping to bring joy to others), tamasalai (nonviolence), napassamaturuki (deliberation and consensus), and pamopporang (forgiveness). The implications of these peace character values for guidance and counseling services are identified in the core services, particularly in the areas of personal and social guidance..