Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENERAPAN KONSELING LOGOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI ANAK TUNAGRAHITA Yusri, Akbar Gibran; Harum, Akhmad; Saman, Abdul
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 2 (2025): RISTEDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i2.225-238

Abstract

Penelitian bertujuan untuk : 1) Mengetahui gambaran resiliensi anak tunagrahita; 2) Mengetahui gambaran pelaksanaan konseling logoterapi terhadap anak tunagrahita, 3) Mengetahui pengaruh konseling logoterapi terhadap Peningkatan resiliensi anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experimental design dengan pretest-posttest, non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 16 anak tunagrahita ringan yang teridentifikasi memiliki tingkat resiliensi rendah. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling sehingga diperoleh 10 anak tunagrahita ringan yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (N=5) dan kelompok kontrol (N=5). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan pembagian skala resiliensi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa resiliensi anak tunagrahita SLB-C YPPLB Makassar sebelum diberikan perlakuan/intervensi konseling logoterapi berada pada kategori rendah dengan nilai mean 33,6 dan setelah diberikan perlakuan/intervensi berada pada kategori tinggi dengan nilai mean 60,2. Hasil uji independent sample t-test yaitu p = 0,000 dan 0,002 < a 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh konseling logoterapi dalam meningkatkan resiliensi anak tunagrahita SLB-C YPPLB Makassar
GERHANA: Program Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Botto Mendukung Terwujudnya Desa Anti Pernikahan Anak Ashar, Alimul; Hikmah, Muh. Syawal; Anisah FR, Nurul; Yusri, Akbar Gibran; Asikin, Nurul; Islam, A. Fajrul; M. Junaid, M. Junaid; Prawira, Fikran; Harum, Akhmad
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i2.177

Abstract

Latar Belakang: Desa Botto di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menghadapi persoalan serius seperti pergaulan bebas, pernikahan usia anak, dan putus sekolah, meskipun memiliki budaya leluhur yang kuat dan mayoritas penduduk beragama Islam. Tujuan: Mendukung terwujudnya Desa anti pernikahan anak melalui program GERHANA (Gerakan Anti Pernikahan Anak). Metode: Metode pelaksanaan proyek kemanusian ini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan keberlanjutan. Hasil: Pelaksanaan program proyek kemanusiaan ini menghasilkan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya pernikahan anak dan lahirnya remaja yang lebih mandiri, kreatif, dan berjiwa wirausaha, serta melahirkan pula agen pelopor sebaya, yang memperkuat suara kolektif masyarakat melalui pangung ekpresi. Kesimpulan: Program GERHANA menjadi langkah preventif pernikahan anak dan pemberdayaan remaja demi masa depan Desa Botto yang lebih berkualitas.
PENERAPAN KONSELING LOGOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI ANAK TUNAGRAHITA Yusri, Akbar Gibran; Harun, Akhmad; Saman, Abdul
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 2 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i2.225-238

Abstract

Penelitian bertujuan untuk : 1) Mengetahui gambaran resiliensi anak tunagrahita; 2) Mengetahui gambaran pelaksanaan konseling logoterapi terhadap anak tunagrahita, 3) Mengetahui pengaruh konseling logoterapi terhadap Peningkatan resiliensi anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experimental design dengan pretest-posttest, non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 16 anak tunagrahita ringan yang teridentifikasi memiliki tingkat resiliensi rendah. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling sehingga diperoleh 10 anak tunagrahita ringan yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (N=5) dan kelompok kontrol (N=5). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan pembagian skala resiliensi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa resiliensi anak tunagrahita SLB-C YPPLB Makassar sebelum diberikan perlakuan/intervensi konseling logoterapi berada pada kategori rendah dengan nilai mean 33,6 dan setelah diberikan perlakuan/intervensi berada pada kategori tinggi dengan nilai mean 60,2. Hasil uji independent sample t-test yaitu p = 0,000 dan 0,002 a 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh konseling logoterapi dalam meningkatkan resiliensi anak tunagrahita SLB-C YPPLB Makassar.
Tusalama’: Nilai Karakter Damai Syekh Yusuf Perspektif Lontaraq Gowa dan Implikasi terhadap Bimbingan Konseling Hikmah, Muh. Syawal; Mirdan, Moh.; Kaffah, Muhammad Silmi; Yusri, Akbar Gibran; Fathan, A. As'ad; Amsil, Alfin Elkindy
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): July
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/annuha.v12i1.768

Abstract

The purpose of this reserch is to explore the values of peace-oriented character in the life history of Syekh Yusuf Al-Makassari from the perspective of Lontaraq Gowa, and to examine how these character values imply for guidance and counseling practices. This research employs a qualitative approach using the Gadamerian hermeneutic method, which emphasizes the analytical process between the parts and the whole in the effort to understand and interpret texts meaningfully. The findings of this reserch reveal eight peace character values exemplified by Syekh Yusuf: nikatutuinna and ningainna (loving and being loved), kamaseang (caring and compassionate), mallaq and masiriq (fear and shame as moral boundaries), paqrasangang matangkasaka (pursuing truth), bantui na tamaka-makai rannuna pagmaiqna taua (helping to bring joy to others), tamasalai (nonviolence), napassamaturuki (deliberation and consensus), and pamopporang (forgiveness). The implications of these peace character values for guidance and counseling services are identified in the core services, particularly in the areas of personal and social guidance..
Bertahan atau Menyerah: Gambaran Mental Toughness Siswa SMA dalam Menghadapi Tekanan Yusri, Akbar Gibran; Indreswari, Henny; Bariyyah, Khairul; Setyowati, Arbin Janu; Rahman, Diniy Hidayatur
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4385

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat Mental toughness siswa SMA dalam menghadapi tekanan akademik, sosial, dan perkembangan remaja, serta meninjaunya berdasarkan dimensi, tingkat kelas, dan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 242 siswa SMAN 3 Sidrap berusia 15–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner mental toughness yang diadopsi dari Mental Toughness Questionnaire (MTQ-18) milik Clough, yang mencakup empat dimensi, yaitu control, commitment, challenge, dan confidence. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,714, sehingga instrumen dinyatakan memiliki reliabilitas yang baik. Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mental toughness siswa secara umum berada pada kategori sedang (47,1%), diikuti kategori rendah (37,6%) dan tinggi (15,3%). Pada keempat dimensi, kategori sedang juga mendominasi, yang menunjukkan bahwa ketangguhan mental siswa telah berkembang, tetapi belum optimal. Berdasarkan tingkat kelas, siswa kelas XI dan XII menunjukkan kecenderungan mental toughness yang lebih baik dibandingkan kelas X. Berdasarkan jenis kelamin, siswa laki-laki cenderung memiliki mental toughness lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan. Temuan ini menegaskan bahwa mental toughness siswa masih perlu mendapat perhatian serius di sekolah. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penyusunan layanan bimbingan dan konseling yang bersifat preventif dan developmental, khususnya melalui penguatan coping adaptif agar siswa lebih mampu menghadapi tekanan belajar dan sosial, membangun daya tahan psikologis, dan berkembang secara optimal dalam kehidupan sekolah. This study aims to describe the level of mental toughness of high school students in facing academic, social, and adolescent developmental pressures, and to review it based on dimensions, grade level, and gender. The study used a quantitative approach with a descriptive type. The study subjects were 242 students of SMAN 3 Sidrap aged 15–18 years who were selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through a mental toughness questionnaire adopted from Clough's Mental Toughness Questionnaire (MTQ-18), which covers four dimensions: control, commitment, challenge, and confidence. The results of the reliability test showed a Cronbach's alpha value of 0.714, so the instrument was declared to have good reliability. Data were analyzed descriptively with the help of JASP. The results showed that students' mental toughness was generally in the medium category (47.1%), followed by the low category (37.6%) and high (15.3%). In all four dimensions, the medium category also dominated, which indicates that students' mental toughness has developed, but is not yet optimal. Based on grade level, students in grades XI and XII showed a tendency towards better mental toughness compared to those in grade X. Based on gender, male students tended to have higher Mental toughness than female students. This finding confirms that students' mental toughness still needs serious attention in schools. Therefore, the results of this study can be the basis for the preparation of preventive and developmental guidance and counseling services, especially through strengthening adaptive coping so that students are better able to face learning and social pressures, build psychological resilience, and develop optimally in school life.
Peace Values of the Kajang Ammatoa Tribe and Their Implications for Guidance and Counseling Hikmah, Muh Syawal; Yusri, Akbar Gibran; Fathan, A As'ad; Mirdan, Moh; Kaffah, Muhammad Silmi; Amsil, Alfin Elkindy
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 9, No 2 (2025): Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v9i2.33325

Abstract

The Peace Values of the Kajang Ammatoa Tribe and Their Implications for Guidance and Counseling.Local wisdom in the Kajang tribe of Ammatoa custom is known as Pasang ri Kajang which means ancestral messages from Kajang which are still carried out today. This study aims to examine the values of peace pairs of Kajang ri in the Kajang tribe of Ammatoa custom and how they are applied to guidance and counseling. This study uses a qualitative method with a qualitative descriptive approach to understand social phenomena in depth and comprehensively. From the results of the study, the values of peace in the Kajang pairs were found, including the values of honesty (A'cepat Lambusu), the values of unity and togetherness, mutual respect, respect, and care for each other (A'lemo sibatu a'bulo sipappa tallang sipahua' manyu siparappe mate siroko' bunting sipabasa, lingu sipakainga' sipakatau tau tan sipakasiri; Sipatabe ki; Paka bajiki gau'nu sara-sara makana'nu nanuliliang lanatabayya; Katutui bua babanu imba babanu magimai kadua pajajiannu ri tau toa nu; timbarangngi pau haji padannu tau) and there were also values of conflict or problem resolution (A'borongki). As the application of the values of peace in guidance and counseling services in this study, it was identified in the objectives of basic services in the field of personal and social guidance and counseling as well as the main materials of personal and social guidance.Keywords: Pasang ri Kajang; Peace Values, Ammatoa Tribe, Guidance and Counseling.
Nilai-nilai Karakter Damai “To Ugi” dalam Sureq I La Galigo Epsiode Mula Rioluna Batara Guru Hikmah, Muh. Syawal; Fathan, A. As'ad; Yusri, Akbar Gibran
YASIN Vol 5 No 2 (2025): APRIL
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i2.5302

Abstract

This study explores the values ​​of peaceful character in the sureq I La Galigo episode Mula Rioluna Batara Guru which aims to identify and analyze the values ​​of To Ugi's peaceful character contained in the sureq I La Galigo. This study uses a qualitative descriptive method with a Wilhelm Dilthey hermeneutic approach, by interpreting the script (sureq) based on experience, expression, and understanding of Bugis culture. The results of the reserch show that the values ​​of To Ugi's peaceful character in the sureq La Galigo episode Mula Rioluna Batara Guru include, a good heart, caution and alertness to avoid danger, the appropriateness of speech and actions 'adanagau' or conformity and action, not arrogant or humble, thinking before acting, togetherness (mutual cooperation), honesty and true words (lempu sibawa ada tongeng), loyalty (solidarity), friendship, and responsibility and affection which are integral parts in building a harmonious and peaceful social life. In the midst of the development of the era that brings moral challenges to the younger generation, understanding local cultural values ​​is important as a foundation for peaceful character education. Therefore, this study emphasizes the importance of integrating peaceful character values ​​in learning and social life to form individuals who are moral and have peaceful characters.