Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gagasan dan pemikiran KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam bidang pemerintahan dan pendidikan melalui pendekatan library research. Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang membawa pembaruan pemikiran di era Reformasi dengan menekankan prinsip demokrasi, pluralisme, dan penegakan hak asasi manusia. Dalam bidang pemerintahan, ia menegaskan pentingnya demokrasi partisipatif yang menghormati keberagaman serta menolak segala bentuk diskriminasi. Langkah-langkah konkret yang dilakukan, seperti pembubaran Departemen Penerangan dan penerapan otonomi daerah melalui dialog, menjadi bukti komitmen beliau terhadap keterbukaan politik dan keadilan sosial. Sementara dalam bidang pendidikan, Gus Dur menawarkan paradigma modern yang mengintegrasikan tradisi pesantren dengan ilmu pengetahuan kontemporer. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang bersifat pembebasan, multikultural, dan inklusif, yang tidak hanya fokus pada tafaqquh fi al-din, tetapi juga menguasai ilmu umum, teknologi, dan keterampilan praktis. Dengan konsep tersebut, pendidikan Islam diarahkan untuk melahirkan generasi yang toleran, kritis, mandiri, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan Gus Dur tetap relevan hingga kini, baik dalam membangun sistem pemerintahan demokratis maupun pendidikan yang berkeadilan dan berdaya saing di tengah masyarakat plural.ABSTRAKThis study aims to explore the ideas and thoughts of KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) in the fields of governance and education through a library research approach. Gus Dur is recognized as a reformist figure who emphasized the principles of democracy, pluralism, and human rights during Indonesia’s Reform Era. In the field of governance, he advocated for participatory democracy that upholds diversity and rejects all forms of discrimination. His concrete actions, such as dissolving the Ministry of Information and promoting regional autonomy through dialogue, demonstrate his commitment to political openness and social justice. In the field of education, Gus Dur proposed a modern paradigm that integrates traditional Islamic values with contemporary knowledge. He promoted a liberating, multicultural, and inclusive education model that not only focuses on tafaqquh fi al-din (religious understanding) but also equips students with general sciences, technology, and practical skills. This integrative approach reflects his vision to prepare a generation that is tolerant, critical, independent, and adaptive to global challenges. The findings of this study highlight that Gus Dur’s ideas remain highly relevant for strengthening democratic governance and advancing an inclusive and competitive educational system in today’s plural society.
Copyrights © 2026