Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Kearifan Lokal Dalam Menghadapi Dinamika Sosial Di Kecamatan Ibun Wahyuni, Neneng Sri; Nasrullah, Fathonah; Fauziyah, Nita; Sobariah, Sobariah; Hidayatuloh, Abdul Aziz; Saepulah, Saepulah; Bahri, Asep Saeful
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i2.1349

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) plays a crucial role in shaping students' character, especially in addressing evolving social dynamics. This study aims to explore the implementation of Islamic religious education based on local wisdom and its impact on students' character development. Using a qualitative approach and a case study method in Ibun District, data were collected through in-depth interviews and observations. The findings indicate that integrating local wisdom into IRE strengthens students' understanding of Islamic teachings and instills values of tolerance and togetherness. However, implementation faces challenges such as limited resources, lack of teacher understanding, and differing community perspectives on integrating culture into religious education. Therefore, developing a curriculum based on local values and providing intensive training for educators are essential to ensure the effective application of this approach.ABSTRAKPendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran krusial dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan agama berbasis kearifan lokal serta dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus di Kecamatan Ibun, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran PAI dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap ajaran Islam serta menanamkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan. Namun, implementasi ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pemahaman guru, dan perbedaan sudut pandang masyarakat terkait integrasi budaya dalam pendidikan agama. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum berbasis nilai lokal serta pelatihan intensif bagi pendidik agar pendekatan ini dapat diterapkan secara lebih efektif.
PENDEKATAN DAN STRATEGI PENDIDIKAN NILAI DI ERA GLOBALISASI UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Rifki, Muchamad; Wahyuni, Neneng Sri; Nasrullah, Fathonah; Hidayatuloh, Abdul Aziz; Hasan, Muhammad
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2054

Abstract

This study examines the urgency of value education in the era of globalization, as well as the approaches and strategies that can be applied in learning processes to shape students’ character. Globalization brings positive impacts such as easier access to information and improved skills, but it also presents challenges including moral degradation, weakened cultural identity, and increasing individualism. Therefore, value education must be positioned as an integral part of the learning process. This research employs a library research method by analyzing literature related to value education, learning approaches, and character-building strategies. The findings indicate that value education can be internalized through approaches such as role modeling, habituation, value dialogue, value clarification, and curriculum integration. This study identifies that the combination of role modeling and habituation represents the most effective strategy within the context of formal education in Indonesia. In addition, active learning, collaborative learning, and project-based learning provide opportunities for students to understand and practice values through real-life experiences. This research offers a conceptual contribution to the development of value-education practices based on curriculum integration and active learning in schools.ABSTRAKPenelitian ini membahas urgensi pendidikan nilai di era globalisasi serta pendekatan dan strategi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter peserta didik. Globalisasi membawa dampak positif berupa kemudahan akses informasi dan peningkatan keterampilan, namun juga menimbulkan tantangan seperti degradasi moral, melemahnya identitas budaya, dan meningkatnya individualisme. Oleh karena itu, pendidikan nilai perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis literatur terkait pendidikan nilai, pendekatan pembelajaran, dan strategi implementasi karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan nilai dapat di internalisasi melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, dialog nilai, klarifikasi nilai, serta integrasi nilai dalam kurikulum. Kajian ini menemukan bahwa kombinasi pendekatan keteladanan dan pembiasaan merupakan strategi yang paling efektif dalam konteks pendidikan formal di Indonesia. Selain itu, strategi pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis proyek memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami dan mempraktikkan nilai dalam pengalaman nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan praktik pendidikan nilai berbasis integrasi kurikulum dan pembelajaran aktif di sekolah.
GAGASAN DAN PEMIKIRAN KH. ABDURRAHMAN WAHID DALAM BIDANG PEMERINTAHAN DAN PENDIDIKAN Nurkholiq, Agus; Nasrullah, Fathonah; Wahyuni, Neneng Sri; Hidayatuloh, Abdul Aziz; Sobariah, Sobariah; Hasan, Muhammad
Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum Vol 5, No 1 (2026): JPS (Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum)
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jps.v%vi%i.1997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gagasan dan pemikiran KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam bidang pemerintahan dan pendidikan melalui pendekatan library research. Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang membawa pembaruan pemikiran di era Reformasi dengan menekankan prinsip demokrasi, pluralisme, dan penegakan hak asasi manusia. Dalam bidang pemerintahan, ia menegaskan pentingnya demokrasi partisipatif yang menghormati keberagaman serta menolak segala bentuk diskriminasi. Langkah-langkah konkret yang dilakukan, seperti pembubaran Departemen Penerangan dan penerapan otonomi daerah melalui dialog, menjadi bukti komitmen beliau terhadap keterbukaan politik dan keadilan sosial. Sementara dalam bidang pendidikan, Gus Dur menawarkan paradigma modern yang mengintegrasikan tradisi pesantren dengan ilmu pengetahuan kontemporer. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang bersifat pembebasan, multikultural, dan inklusif, yang tidak hanya fokus pada tafaqquh fi al-din, tetapi juga menguasai ilmu umum, teknologi, dan keterampilan praktis. Dengan konsep tersebut, pendidikan Islam diarahkan untuk melahirkan generasi yang toleran, kritis, mandiri, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan Gus Dur tetap relevan hingga kini, baik dalam membangun sistem pemerintahan demokratis maupun pendidikan yang berkeadilan dan berdaya saing di tengah masyarakat plural.ABSTRAKThis study aims to explore the ideas and thoughts of KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) in the fields of governance and education through a library research approach. Gus Dur is recognized as a reformist figure who emphasized the principles of democracy, pluralism, and human rights during Indonesia’s Reform Era. In the field of governance, he advocated for participatory democracy that upholds diversity and rejects all forms of discrimination. His concrete actions, such as dissolving the Ministry of Information and promoting regional autonomy through dialogue, demonstrate his commitment to political openness and social justice. In the field of education, Gus Dur proposed a modern paradigm that integrates traditional Islamic values with contemporary knowledge. He promoted a liberating, multicultural, and inclusive education model that not only focuses on tafaqquh fi al-din (religious understanding) but also equips students with general sciences, technology, and practical skills. This integrative approach reflects his vision to prepare a generation that is tolerant, critical, independent, and adaptive to global challenges. The findings of this study highlight that Gus Dur’s ideas remain highly relevant for strengthening democratic governance and advancing an inclusive and competitive educational system in today’s plural society.