Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital guru dan peserta didik, serta terbatasnya pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun karakter masyarakat melalui pendekatan teknologi dan keagamaan. Metode pelaksanaan meliputi penyusunan modul ajar berbasis AI, pembelajaran langsung di kelas SD dan SMP, pelatihan guru dalam pembuatan media pembelajaran digital, serta pembinaan keagamaan bagi anak-anak santri. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest dengan analisis N-Gain Score, menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan dengan kategori “cukup efektif” hingga “efektif.” Selain itu, pelatihan guru dan kegiatan mengaji berhasil meningkatkan literasi digital dan religiusitas masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan pendekatan berbasis komunitas mampu menciptakan pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan bermakna. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi untuk mendukung transformasi pendidikan dan pembangunan karakter di wilayah lain. Program ini berhasil meningkatkan literasi digital dan karakter religius melalui integrasi modul berbasis AI serta pembinaan keagamaan. Evaluasi menggunakan N-Gain Score membuktikan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Sinergi teknologi dan pendekatan komunitas ini menciptakan pembelajaran adaptif yang efektif sekaligus menjadi model replikasi transformasi pendidikan di wilayah lain.
Copyrights © 2026