Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan berpikir sistem dalam memahami konsep listrik dinamis yang bersifat kompleks dan saling terhubung, sementara kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan berpikir sistem mahasiswa pada materi listrik dinamis yang dilaksanakan di beberapa perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda beralasan yang mengukur tujuh indikator keterampilan berpikir sistem, yaitu mengeksplorasi berbagai perspektif, mempertimbangkan masalah, mengenali sistem, mempertahankan batas sistem, membedakan dan mengukur elemen, mengidentifikasi hubungan, serta mencirikan hubungan. Teknik analisis data dilakukan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73% mahasiswa berada pada kategori rendah, 17% pada kategori sedang, dan tidak terdapat mahasiswa yang berada pada kategori tinggi. Capaian mahasiswa lebih dominan pada indikator mengenali sistem, sedangkan kemampuan pada indikator yang berkaitan dengan hubungan dan batas sistem masih relatif rendah. Dengan demikian, disimpulkan bahwa keterampilan berpikir sistem mahasiswa masih dominan rendah. Selanjutnya perlu penelitian lanjutan terkait pengembangan bahan ajar dan strategi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir sistem sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman konseptual mahasiswa. Selain itu, studi lanjutan juga perlu mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan keterampilan tersebut pada berbagai konteks pembelajaran.
Copyrights © 2026