Penggunaan instructional English berperan penting dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di sekolah dasar karena guru menjadi sumber utama input dan interaksi bahasa. Namun, banyak guru masih mengalami kendala dalam penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa instruksional, terutama keterbatasan kosakata dan rendahnya kepercayaan diri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat penggunaan instructional English guru sekolah dasar melalui pelatihan berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Barru pada April 2026 dengan melibatkan 30 guru sekolah dasar. Pelatihan dilakukan melalui ceramah, demonstrasi, praktik microteaching, dan umpan balik. Data dikumpulkan melalui observasi, refleksi peserta, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan penggunaan instructional English, terutama pada kejelasan instruksi, frekuensi penggunaan bahasa Inggris, dan interaksi kelas. Selain itu, kepercayaan diri peserta juga mengalami peningkatan, meskipun kelancaran berbicara dan penguasaan kosakata masih menjadi tantangan. Disimpulkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam memperkuat penggunaan instructional English guru sekolah dasar. Program pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk mendukung penerapan bahasa Inggris secara konsisten dalam pembelajaran.
Copyrights © 2026