Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harmonisasi nilai adat Sumbang Duo Baleh dengan prinsip pendidikan Islam dalam merespons dinamika media sosial terhadap perilaku anak perempuan Minangkabau. Sumbang Duo Baleh sebagai sistem nilai adat berfungsi mengatur kepantasan perilaku perempuan melalui mekanisme kontrol moral berbasis rasa malu (rasa jo pareso). Namun, perkembangan media sosial telah menghadirkan ruang sosial baru yang memengaruhi cara anak perempuan membangun identitas, berinteraksi, dan mengekspresikan diri, sehingga berpotensi menggerus internalisasi nilai adat tersebut. Penelitian ini memfokuskan kajian pada bentuk-bentuk praktik Sumbang Duo Baleh yang muncul di media sosial serta relevansinya dengan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui observasi digital terhadap konten media sosial anak perempuan Minangkabau, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pendidik Islam, dan pengguna media sosial, serta dokumentasi konten digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan pendekatan interpretatif-kritis untuk mengungkap pola, makna, dan implikasi sosial dari praktik yang diamati. Fokus analisis diarahkan pada dimensi sumbang berpakaian, sumbang tingkah laku, sumbang pergaulan, dan sumbang perkataan dalam konteks ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah berkontribusi terhadap terjadinya pergeseran pemaknaan dan praktik nilai Sumbang Duo Baleh pada anak perempuan Minangkabau. Nilai adat cenderung terpinggirkan oleh standar kepantasan berbasis visual dan popularitas digital, sementara pendidikan Islam belum sepenuhnya berfungsi sebagai kerangka ta’dib yang kontekstual dalam menghadapi tantangan etika digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai adat Sumbang Duo Baleh dengan prinsip pendidikan Islam yang adaptif terhadap media sosial merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat pendidikan karakter anak perempuan Minangkabau di era digital.
Copyrights © 2025