Iswandi Iswandi
Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Representasi Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Rabab Pasisia: Analisis Semiotik Kisah Lamang Tanjuang Ampalu Iswandi Iswandi; Lutfiyani; Yulda Dina Septiana; Mita Fitria
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Takuana (April-June)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i1.490

Abstract

This study aims to analyze the representation of Islamic educational values in the Rabab Pasisia performance presented by Hasan Basri in the story of Lamang Tanjuang Ampalu. This research employed a qualitative approach with a semiotic analysis method to reveal the meanings embedded in the narrative, symbols, expressions, and musical elements of the performance. The main data source was a performance video analyzed through observation and documentation. The findings indicate that Rabab Pasisia contains a system of signs at three levels of meaning: denotative, connotative, and myth. Denotatively, the story depicts the life of a character facing social conflicts. Connotatively, the performance represents Islamic educational values, such as ṣabr, amanah, and tawakkal, conveyed through narrative and musical expression. At the level of myth, the story reflects the collective values of Minangkabau society integrated with Islamic teachings. This study concludes that Rabab Pasisia functions as a medium of Islamic education based on local wisdom that is effective in shaping community character.
Analysis of the Intensity of Playing Online Games Among Probolinggo City Student Naura Afkarina; Robbiah Ratna Swari Hibbatullah; Iswandi Iswandi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v10i2.330

Abstract

This study aims to examine the intensity of online game playing among students in Probolinggo City. The research employed a descriptive quantitative design, with data analyzed using category-based assessment techniques. The findings indicate that the intensity of playing online games among students obtained an average score of 2.7, which falls into the moderate category. Furthermore, when viewed from aspects of motivation, influence, and the impacts of online game playing, the overall average score also reached 2.7, indicating a moderate level. These results suggest that students in Probolinggo City generally engage in online gaming at a moderate intensity. Based on these findings, it is recommended that schools, families, and the wider community pay closer attention to students’ online gaming habits in order to manage playing time effectively and minimize potential negative effects associated with excessive online game use.
Normalizing Abusive Language on Social Media: Prevention Strategies and Islamic Education Approaches Iswandi Iswandi; Taufik Hidayat; Sar'an
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of social media has significantly changed people's communication patterns, but at the same time, it has given rise to issues of language ethics, particularly the widespread use of offensive language, which has undergone a process of normalization. Abusive language is no longer viewed as a violation but rather as part of a normal digital communication culture, particularly among children and adolescents. This phenomenon has the potential to influence character formation, reduce politeness, and weaken social empathy. This study aims to analyze the normalization of offensive language on social media, identify influencing factors, and examine prevention strategies through an Islamic education approach. This research used a qualitative approach with a case study approach. The subjects consisted of adolescents who actively use social media, their parents, and Islamic Religious Education teachers. Data were collected through in-depth observation of social media activity, semi-structured interviews, and documentation studies. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, applying triangulation of sources and methods to ensure data validity. The results indicate that the normalization of offensive language occurs through repeated exposure, digital social pressure, and minimal guidance on language ethics from families and schools. Harsh language normalized in digital spaces carries over into everyday social interactions. However, Islamic education has proven to play a strategic role in preventing this phenomenon through internalizing the values ​​of language etiquette, leading by example, and strengthening noble morals. This research emphasizes the importance of integrating Islamic education into digital literacy to foster a culture of polite and responsible communication on social media.
Dinamika Sumbang Duo Baleh bagi Anak Perempuan Minangkabau dan Harmonisasinya dengan Prinsip Pendidikan Islam (Studi Kasus Media Sosial) Alwizra; Iswandi Iswandi; Lutfiyani; Soibatul Aslamiah Nasution
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harmonisasi nilai adat Sumbang Duo Baleh dengan prinsip pendidikan Islam dalam merespons dinamika media sosial terhadap perilaku anak perempuan Minangkabau. Sumbang Duo Baleh sebagai sistem nilai adat berfungsi mengatur kepantasan perilaku perempuan melalui mekanisme kontrol moral berbasis rasa malu (rasa jo pareso). Namun, perkembangan media sosial telah menghadirkan ruang sosial baru yang memengaruhi cara anak perempuan membangun identitas, berinteraksi, dan mengekspresikan diri, sehingga berpotensi menggerus internalisasi nilai adat tersebut. Penelitian ini memfokuskan kajian pada bentuk-bentuk praktik Sumbang Duo Baleh yang muncul di media sosial serta relevansinya dengan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui observasi digital terhadap konten media sosial anak perempuan Minangkabau, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pendidik Islam, dan pengguna media sosial, serta dokumentasi konten digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan pendekatan interpretatif-kritis untuk mengungkap pola, makna, dan implikasi sosial dari praktik yang diamati. Fokus analisis diarahkan pada dimensi sumbang berpakaian, sumbang tingkah laku, sumbang pergaulan, dan sumbang perkataan dalam konteks ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah berkontribusi terhadap terjadinya pergeseran pemaknaan dan praktik nilai Sumbang Duo Baleh pada anak perempuan Minangkabau. Nilai adat cenderung terpinggirkan oleh standar kepantasan berbasis visual dan popularitas digital, sementara pendidikan Islam belum sepenuhnya berfungsi sebagai kerangka ta’dib yang kontekstual dalam menghadapi tantangan etika digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai adat Sumbang Duo Baleh dengan prinsip pendidikan Islam yang adaptif terhadap media sosial merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat pendidikan karakter anak perempuan Minangkabau di era digital.
TikTok dan Krisis Moral Remaja: Ancaman atau Peluang bagi Generasi Bangsa Iswandi Iswandi; Rahmadi; Slamet Riyadi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v11i1.602

Abstract

Perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara remaja mengakses informasi dan hiburan, salah satunya melalui platform TikTok. Popularitas TikTok di kalangan remaja menimbulkan pertanyaan mengenai pengaruhnya terhadap perilaku moral, apakah menjadi ancaman atau justru peluang bagi pembentukan karakter generasi bangsa. Latar belakang masalah ini penting mengingat remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh lingkungan digital dan sedang membentuk identitas serta nilai moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali secara mendalam pengalaman dan perilaku remaja dalam menggunakan TikTok. Subjek penelitian terdiri dari 50 remaja berusia 15–19 tahun yang aktif menggunakan TikTok. Teknik pengumpulan data meliputi observasi penggunaan TikTok, wawancara mendalam, dan dokumentasi interaksi remaja dengan konten di platform tersebut. Data dianalisis secara deskriptif dan kritis untuk memahami pola penggunaan, jenis konten yang dikonsumsi, serta pengaruhnya terhadap perilaku moral remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja menggunakan TikTok secara intensif, dengan durasi menonton rata-rata 2–3 jam per hari, dan lebih banyak menonton konten hiburan dan tantangan viral dibandingkan konten edukatif atau motivatif. Konsumsi konten hiburan berpotensi menimbulkan ancaman moral, seperti perilaku meniru yang tidak sesuai norma, normalisasi perilaku berisiko, dan pembentukan persepsi sosial yang menyimpang. Sebaliknya, konten edukatif dan motivatif mendorong kreativitas, disiplin belajar, dan kepedulian sosial, sehingga memiliki dampak positif terhadap perkembangan moral remaja. Penelitian ini menegaskan bahwa TikTok memiliki pengaruh dualistik, yang dapat menjadi ancaman sekaligus peluang, tergantung pada jenis konten, durasi penggunaan, dan literasi digital remaja.
Peran Wanita dalam Pendidikan Keluarga Perspektif Al-Qur’an dan Relevansinya terhadap Realitas Sosial Salman; Nisaul Hanifah; Syofrianisda; Iswandi Iswandi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wanita dalam pendidikan keluarga perspektif Al-Qur’an serta relevansinya terhadap realitas sosial masyarakat kontemporer. Wanita memiliki kedudukan penting dalam keluarga, terutama sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak. Dalam perspektif Al-Qur’an, peran wanita tidak hanya terbatas pada aspek domestik, tetapi juga mencakup fungsi moral, spiritual, intelektual, emosional, dan sosial dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai Al-Qur’an menempatkan wanita sebagai sosok yang memiliki martabat, tanggung jawab, serta kontribusi strategis dalam membangun ketahanan keluarga dan kualitas pendidikan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir, buku-buku pendidikan Islam, serta artikel ilmiah yang relevan dengan tema wanita, keluarga, dan pendidikan Islam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan peran wanita dalam keluarga, kemudian dihubungkan dengan kondisi sosial masyarakat modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki peran penting sebagai pendidik akidah, pembentuk akhlak, penanam nilai kasih sayang, pengelola komunikasi keluarga, serta teladan dalam kehidupan sehari-hari. Relevansinya terhadap realitas sosial terlihat pada kebutuhan penguatan peran wanita dalam menghadapi tantangan modern, seperti perubahan pola asuh, pengaruh media digital, kesibukan ekonomi, krisis moral anak, dan melemahnya fungsi pendidikan keluarga. Oleh karena itu, pendidikan keluarga berbasis nilai-nilai Al-Qur’an perlu diperkuat agar wanita dapat menjalankan perannya secara proporsional, bermartabat, dan kontekstual sesuai dengan dinamika kehidupan sosial.