Banjir di Desa Mesjid, Aceh Tamiang, mengganggu pembelajaran pelajar serta menurunkan literasi kebencanaan dan kondisi psikososial. Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan pendidikan darurat berbasis literasi kebencanaan untuk menjaga keberlanjutan belajar dan meningkatkan kesiapsiagaan. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan kelas belajar sementara, serta pendampingan dan evaluasi yang melibatkan pelajar, guru, relawan, dan masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa program mampu mengaktifkan kembali pembelajaran, meningkatkan pemahaman kebencanaan, serta membantu pemulihan psikologis pelajar. Selain itu, kapasitas guru dan relawan dalam menyelenggarakan pembelajaran darurat juga meningkat. Dengan demikian, pendidikan darurat berbasis literasi kebencanaan penting sebagai strategi efektif dalam menjaga ketahanan pendidikan dan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana.
Copyrights © 2026